Sekilas Info

Harga Tiket Pesawat dari Ambon Masih Mahal, Arus Wisatawan dan Investor ke Maluku Terancam

Bandara Pattimura Ambon

satumalukuID - Harga tiket pesawat dari Bandara Pattimura Ambon menuju ke berbagai kota di Indonesia dinilai masih mahal. Hal ini meresahkan masyarakat Maluku karena harus melakukan spending uang yang besar jika ingin menggunakan layanan pesawat terbang.

Tak hanya itu, jumlah arus kunjungan wisawatan dan investor ke Provinsi Maluku juga jadi terancam.

Kadis Perhubungan Maluku, Frans Papilaya, di Ambon, Sabtu, mengatakan, ia baru tiba dari Jakarta dan selama melakukan urusan dinas di Kemenhub meminta perhatian soal harga tiket pesawat dari Ambon yang masih mahal.

"Pemprov Maluku sebelumnya telah menyurati Kemenhub selama dua kali terkait mahalnya tiket pesawat sejak menjelang perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019," ujarnya.

Dia mengemukakan, tiket pesawat Batik dari Jakarta-Ambon yang ditumpanginya Rp2,8 juta dan ini telah turun dibandingkan sebelumnya lebih dari Rp4 juta.

Hanya saja, tiket pesawat Batik Ambon-Jakarta terpantau pada akhir pekan ini lebih dari Rp3 juta.

"Kami sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis di Maluku tidak bisa berbuat banyak, makanya menyurati maupun meminta perhatian Kemenhub. Apalagi, penentuan besaran harga tiket ditentukan langsung oleh kantor pusat masing-masing maskapai," kata Frans.

Dia mengaku meminta perhatian Kemenhub untuk berkoordinasi dengan Indonesia National Air Carrier Association (INACA) karena mahalnya harga tiket pesawat ini juga mempengaruhi arus kunjungan wisatawan, terutama mancanegara dan investor ke Maluku.

Begitupun, aktivitas ekspor ikan ke sejumlah negara yang saat ini digalakkan Pemprov Maluku dan sejumlah badan berkompoten lainnya.

"Kami memaklumi mahalnya tiket pesawat ini karena dampak harga avtur yang melonjak dan pengadaanya dengan dolar AS, makanya meminta perhatian Kemenhub dan INACA sehingga harga jasa perhubungan udara itu tidak terlalu mempengaruhi berbagai aktivitas ekonomi di Maluku," ujar Frans.

Sebelumnya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bertemu dengan 34 maskapai yang tergabung dalam INACA antara lain dari Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Sriwijaya Air, dan Indonesia AirAsia.

Dalam pertemuan mereka membahas keluhan masyarakat yang menyoalkan tarif tiket itu. Salah satu penyebabnya yakni harga bahan bakar pesawat avtur yang tinggi. Hal itu disebut-sebut sebagai pemicu kenaikan harga tiket pesawat.

Ketua Umum Inaca, Ari Askhara mengemukakan, akhirnya menurunkan tarif tiket penerbangan sejak 11 Januari 2019 pada beberapa rute penerbangan seperti Jakarta-Denpasar, Jakarta-Jogja, Jakarta-Surabaya, Bandung-Denpasar dan akan dilanjutkan dengan rute penerbangan domestik lainnya.

Penurunan ini, menyusul keprihatinan masyarakat atas tingginya harga tiket dan adanya komitmen positif atas penurunan biaya kebandaraan dan navigasi dari para pemangku kepentingan seperti PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura II, AirNav dan Pertamina.

"Di tengah kesulitan para maskapai, kami tetap memahami dan mengerti akan kebutuhan masyarakat dan memastikan komitmen memperkuat akses masyarakat terhadap layanan penerbangan nasional serta keberlangsungan industri penerbangan nasional tetap terjaga," kata Ari. (alex sariwating/ant)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!