Sekilas Info

Kasus Penyelundupan Batu Cinnabar Berlanjut, Saksi dari Kantor Pos Ambon akan Diperiksa Penyidik

Aparat Polsek Pelabuhan Ambon menggagalkan penyelundupan batu cinnabar yang dibawa mobil box PT Pos Ambon ke Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, Rabu (19/9/2018). (foto ist)

satumalukuID - Proses hukum kasus penyelundupan batu cinnabar (bahan dasar pembuatan merkuri) sebanyak 200 kilogram yang berhasil digagalkan oleh Polsek Kawasan Pelabuhan Yos Sudarso (KPYS) Ambon masih berlanjut.

Saat ini,  kendati dua
orang yakni Muhammad A Usemahu dan  Hendra
Yusuf Anakotta telah ditetapkan sebagai tersangka dan berkas pemeriksaan mereka
sudah dilimpahkan ke kejaksaan negeri, namun masih ada lagi saksi yang akan
dipanggil untuk menjalani pemeriksaan.

Saksi dimaksud diduga berasal dari orang dalam Kantor Pos
Ambon. Hal ini didasarkan atas hasil gelar perkara di Polres Ambon sebelum perayaan Natal 25 Desember
2018. 

 “Kami sudah serahkan
Hendra Yusuf Anakotta, pemilik cinnabar dan Muhammad Aksan pada tanggal 5
Desember 2018. Kasus ini masih kita kembangkan karena ada keterlibatan orang
lainnya,” ujar Kapolsek KPYS, Rony Ferdi  Manawan kepada wartawan di ruang
kerjanya, Rabu (16/1/2019). Dia menambahkan, perbuatan pelaku melanggar
pasal 158 undang undang no 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu
Bara.

Untuk diketahui upaya penyelundupan 200 kilogram cinnabar
berhasil digagalkan polisi di pelabuhan Yos Sudarso Ambon, Selasa (18/9/2018)
lalu. Sebelum dilakukan penangkapan, Polsek KPYS sudah mendapatkan informasi
kalau ada barang mencurigakan yang hendak dikirim dari Kota Ambon menuju
Bau-bau, Sulawesi Tenggara dengan menggunakan KM Tidar.

Menindaklanjuti informasi itu, anggota KPYS melakukan patroli
malam. Sekitar pukul 20.00 WIT muncul mobil box milik Kantor PT Pos Indonesia
Ambon. Anggota KPYS kemudian mendatangi mobil bernomor polisi DD 8635 MR itu
dan terbongkarlah kasus penyelundupan dimaksud. (MG-01).

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!