Sekilas Info

Kementerian PUPR Terus Tingkatkan Konektivitas Pulau-Pulau Terdepan di Maluku Tenggara Barat

Jalan nasional di Pulau Larat, Maluku Tenggara Barat

satumalukuID -  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan terus meningkatkan konektivitas pulau-pulau terdepan di Maluku Tenggara Barat.

"Pembangunan jalan dan jembatan di Pulau Larat, Yamdema, dan Selaru, akan terus kami kerjakan secara bertahap. Tahun 2018 dari 226 km, sepanjang 179 km atau 79 persen kondisinya mantap," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Jakarta dalam keterangan tertulisnya, Rabu.

Untuk mencapai peningkatan kondisi jalan nasional di ketiga pulau tersebut, dalam periode tahun 2016-2018 total anggaran yang dibelanjakan Kementerian PUPR sebesar Rp 417,35 miliar berupa penanganan jalan nasional mulai dari penanganan jalan segmen panjang, pembangunan jalan, preservasi rekonstruksi, dan preservasi rehabilitasi jalan.

Pada tahun 2019 akan dilaksanakan penanganan jalan nasional dengan anggaran sebesar Rp 110,65 miliar yang terbagi menjadi pelaksanaan preservasi rekonstruksi jalan nasional Pulau Larat dan Pulau Selaru sepanjang 10 km, preservasi rekonstruksi jalan nasional Pulau Yamdena sepanjang 8,80 Km, pelaksanaan rekonstruksi jalan nasional di Pulau Larat Lamdesar Timur sepanjang 10 km.

Welem Duarko, salah seorang petani yang tinggal di Pulau Larat menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah yang telah meningkatkan akses jalan di daerahnya.

"Kebanyakan warga, sekitar 80 persen merupakan petani, sebagian kecil lainnya menjadi nelayan, bertani kopra, sayuran, tanaman umbi umbian. Hasil panen kami jual ke Saumlaki, ibu kota kabupaten di Pulau Yamdena," katanya.

Selain pembangunan jalan, selesainya pembangunan Jembatan Leta Oar Ralan sebagai penghubung Pulau Yamdena dan Pulau Larat menjadi bagian penting bagi kelancaran konektivitas, karena akan memangkas waktu tempuh dan biaya logistik kedua Pulau.

Jembatan yang melintasi Laut Arafura itu memiliki panjang 323 meter dan lebar 10 meter, serta pembangunannya didanai Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp. 123 miliar dan telah diresmikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani didampingi Menteri Basuki. (Aji Cakti/ant)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!