Sekilas Info

Penghargaan Adipura Jadi Pro Kontra, Kondisi Pasar dan Pertokoan Mardika Disorot Warga Ambon

Salah satu sudut pertokoan Mardika yang dinilai sebagian warga tidak mencerminkan Kota Ambon yang bersih dan nyaman. (foto istimewa)

satumalukuID - Penghargaan Piala Adipura untuk Kota Ambon yang menghiasi media massa dua hari terakhir, disambut pro kontra.

Laman media sosial menunjukkan ada netizen memuji prestasi Pemkot Ambon yang tujuh kali dalam tujuh tahun meraih penghargaan tertinggi bidang kebersihan itu. 

Tapi tak sedikit juga yang merasa heran Ambon bisa meraih Piala Adipura karena sejumlah kawasan di kota Ambon dinilai belum memenuhi standar kebersihan. 

“Congrats Ambon Manise The best.. Seng ga ada lawan ..Beta ikut bangga ..Adipura Danke lai 😍,” tulis Sonya Lianti di facebook menanggapi berita tentang Kota Ambon yg kembali meraih Piala Adipura tahun 2018.

Netizen lain Delta van Haullussy menimpali “7 tahun berturut2 preatasi yg membangakan dan danke buat mama2 yg sapu jalan dan basudara pasukan kuning kota Ambon berkat kalian Kota Ambon kembali dapat Adipura,Tuhan memberkati🙏🙏🙏.”

Sebaliknya sejumlah netizen justru mempertanyakan Piala Adipura yang diraih Pemkot Ambon. Mereka menilai, Ambon tak layak meraih gelar tersebut karena kawasan pertokoan dan pantai Mardika, dinilai belum tersentuh kebersihannya oleh Pemkot Ambon.

Marisa Patty misalnya menulis, “Samua su bagus paskali,, Cuma satu yg kurang... kawasan pantai dan pasar mardika luar biasa baunya sampe tamuntah-muntah. Penjual membludak bagaikan jamur di jalan²..pejalan kaki harus berjibaku dengan angkutan baik roda 2, 3, 4 dan 6 sambil bersenggolan kanan kiri...Ohhh...apakah itu tdk masuk dlm penilaian?? 🤔🤔🤦🤦.”

Sambil memposting foto ruko di Pasar Mardika. Oey Lenny Airinza Wijaya menulis “Ruko2 terminal mardika  yang dipagari tinggi kyk penjara, hilang nilai ekonomis., rusak, kumuh rawan kriminal.. kotor bauu.. becek.. macet.. .”

Sofia Fifi Latarissa Hommy juga menanggapi berita Ambon meraih Adipura dengan menulis, “Maaf skedar saran …tmpat brjualan yg psar mardika "gedung putih"tlong pmerintahnya .prhtikan untuk bsa di brsihkan n di cat ulang. Sya wktu dtang dri manokwary di blg gedung putih blnja di situ pas sya masok ya ampun smpah dimna2 pdgang brjualan di ats smph2 n sngat pns skali gdungnya. Cba pmerintah mmbrikan himbauan kpda pdgng2 untk mmbrsihkan skitar tmpat mrka brjualan.”

Walikota Ambon Richard Louhenapessy saat meresmikan Tugu Adipura akhir Desember 2018 mengakui, masih banyak PR yang harus dibenahi untuk kebersihan di Kota Ambon. Karena itu kehadiran Tugu Adipura di sekitar Bandara Pattimura Ambon menjadi tantangan bersama untuk mewujudkan Ambon yg lebih baik lagi.

Hal senada juga dikemukakan Wawali Ambon Syarif Hadler seusai menerima Piala Adipura di Jakarta, Senin (14/1/2019).

Menurut Wawali, kebersihan kota Ambon menjadi tanggung jawab jajaran Pemkot dan juga dukungan dari masyarakat. Karena itu dia berharap semua pihak bisa memulai menjaga kebersihan dari rumah dan lingkungan masing-masing.

Pemkot Ambon, katanya, kedepan akan menerapkan sanksi bagi masyarakat yang tidak menjaga kebersihan seperti membuang sampah sembarangan.

“Jangan dilihat sanksi sebagai hukuman, tetapi pembelajaran kepada masyarakat agar semakin sadar bahwa bukan karena penghargaan adipura, tetapi kebersihan sebuah upaya yg dilakukan bersama untuk menjaga lingkungan,” tegas Syarief. (mg-10)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!