Sekilas Info

Hakim PN Ambon Vonis mantan DPO BNNP Maluku dan 2 Terdakwa Kasus Narkoba 1,5 Tahun Penjara

satumalukuID - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ambon, Kamis (10/1/2019), memutuskan dua kasus narkoba secara terpisah dengan vonis kepada masing-masing terdakwa pidana penjara 1,5 tahun.

Vonis pertama dilakukan kepada Abdullah Sepa, mantan daftar pencarian orang Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Maluku.

Ketua majelis hakim PN setempat, Felix Ronny Wuisan didampingi Jimmy Wally dan Philip Panggalia sebagai hakim anggota di Ambon, mengatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar Undang-Undang Narkotika.

"Terdakwa melanggar pasal 127 ayat (1) Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika serta menghukum terdakwa selama satu tahun dan enam bulan penjara," kata Felix.

Pertimbangan yang memberatkan terdakwa sehingga dijatuhi hukuman penjara karena perbuatannya menimbulkan keresahan dalam masyarakkat dan tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas peredaran serta penyalahgunaan narkotika dan obat-obat terlarang.

Sedangkan yang meringankan adalah terdakwa berlaku sopan dalam persidangan dan mengakui perbuatannya.

Putusan majelis hakim juga masih lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum Kejati Maluku, Senia Pentury. Dalam persidangan sebelumnya Senia meminta terdakwa dinyatakan terbukti bersalah dan dihukum dua tahun penjara.

Atas putusan majelis hakim, baik JPU maupun terdakwa melalui penasihat hukumnya Ahmad Soulisa menyatakan menerima sehingga putusan ini dinyatakan sudah inkrah dan memiliki kekuatan hukum tetap.

Pada sidang kasus narkoba lainnya, Ahmad Rahman Lating dan Reza, dua terdakwa pengguna narkoba golongan satu bukan tanaman divonis satu tahun dan enam bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Ambon.

"Menyatakan kedua terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 127 ayat (1) Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan menjatuhkan vonis 1,5 penjara," kata Ketua Majelis Hakim PN Ambon Hery Setyobudi didampingi Lucky Rombot Kalalo dan Esau Yarisetou selaku hakim anggota di Ambon.

Putusan majelis hakim juga masih lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum Kejati Maluku, Awaludin yang dalam persidangan sebelumnya meminta terdakwa dinyatakan terbukti bersalah dan dihukum dua tahun penjara.

Terhadap putusan majelis hakim, baik JPU maupun para terdakwa melalui tim penasihat hukumnya dikoordinir Abdusyukur Kaliki menyatakan menerima sehingga putusan ini dinyatakan sudah memiliki kekuatan hukum tetap. (mg-10/daniel leonard/ant)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!