Sekilas Info

Ciptakan Ambon Bersih, Pemkot Ajak Masyarakat Kurangi Sampah Hingga 20 Persen pada 2019

Sampah yang biasanya dibuang masyarakat Kota Ambon di malam hari sebelum diangkut ke tempat pembuangan sampah pada dini hari

satumalukuID- Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Persampahan (DLHKP) kota Ambon menargetkan pengurangan sampah sebesar 20 persen pada 2019.

"Kita menargetkan pada 2019 pengurangan dan pengendalian sampah rumah tangga sebesar 20 persen, sebagai upaya untuk mewujudkan Ambon yang bersih dan bebas sampah, " kata Kepala DLHKP, Lusia Izack, Kamis.

Ia mengatakan, target pengurangan dan pengendalian sampah sesuai dengan kebijakan strategis pengelolaan sampah rumah tangga dan jenis sampah lainnya.

Salah satu upaya mendukung pengurangan sampah dimulai dari sumber yakni rumah tangga, sekolah dan penghasil sampah lainnya seperti pasar, rumah sakit, restoran dan toko.

"Pengurangan tersebut dimulai dengan pengendalian sampah plastik berupa penggunaan kantong plastik saat acara, berbelanja di toko atau pasar dan penggunaan botol minum plastik," ujarnya.

Lusia menjelaskan, pengurangan sampah dimulai dari lingkup Pemkot Ambon yakni Aparatur Sipil Negara (ASN) mengurangi penggunaan kantong plastik maupun wadah makanan dan minuman.

Tahap awal, pihaknya akan mengimbau ASN untuk membawa botol minuman, guna menghindari penggunaan botol minum dalam kemasan, serta pengurangan kantong plastik.

"Kita juga akan menganjurkan siswa di setiap sekololah untuk membawa botol air minum dan boks makan, serta mengurangi penggunaan botol air kemasan di sekolah," katanya.

Pihaknya juga akan melibatkan bank sampah di Ambon sebagai bagian dari upaya penanganan sampah organik dan anorganik.

Bank sampah merupakan konsep pengumpulan sampah kering dan dipilah serta memiliki manajemen layaknya perbankan, tetapi yang ditabung bukan uang melainkan sampah.

"Sampah yang ditabung ditimbang dan dihargai dengan sejumlah uang, dan nantinya akan dijual ke pabrik yang melakukan kerja sama," ujar Lusia.

Ditambahkannya, upaya pengurangan sampah saat ini baru mencapai 11, 6 persen, jumlah tersebut masih jauh dari target tetapi pihaknya berupaya agar pada 2019 terealisasi target 20 persen.

"Sampai saat ini masih selisih 8,4 persen dari target 20 persen pengendalian dan pengurangan sampah. Upaya ini harus mendapat dukungan dari seluruh pihak," tandas Lusia. (penina f mayaut/ant)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!