Sekilas Info

Kasus Terminal Transit Passo Ambon, Terjadi Beda Pendapat Penyidik dan BPK

satumalukuID - Penyidikan perkara tindak pidana korupsi (Tipikor) Terminal Transit tipe B Passo Ambon senilai Rp 55 miliar mengalami kendala.

Hal ini karena terdapat perbedaan persepsi dalam kaitan dengan penghitungan kerugian keuangan negara antara Penyidik dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Pasalnya, BPK menghendaki agar dilakukan pemeriksaan sejak perencanaan di tahun 2005, sedangkan penyidik melihat dan menemukan sudah ada kerugian keuangan negara akibat perbedaan antara volume fisik pekerjaan terpasang dengan realisasi anggaran yang telah dibayarkan untuk tahun anggaran 2008 dan 2009.

Akibatnya, khusus untuk perkara ini penyidik telah mencari alternatif lain guna penghitungan kerugian keuangan negara.

Dan untuk saat ini penyidik sedang berkoordinasi dan melayangkan surat permintaan audit ke lembaga lain untuk penghitungan kerugian keuangan negara sebagai perbandingan.

"Sejauh ini penyidik sudah berkoordinasi dengan BPKP," kata Kasi Penkum Kejati Maluku, Sammy Sapulete SH kepada Suara Maluku melalui telpon selulernya, Senin (7/1).

Soal petunjuk apa saja yang diberikan JPU agar dilengkapi tim penyidik, mantan Kasidik Kejati Maluku ini enggan menyebutkannya, sebab merupakan kewenangan JPU.

“Kalau soal petunjuk saya tidak tahu, karena merupakan kewenangan JPU,” jelasnya.

Audit kerugian negara ini sudah dilakukan sejak Oktober 2017 lalu dan melibatkan BPK Pusat, karena kerugian negara diperkirakan lebih dari Rp 1 milyar.

Tim penyidik Kejati Maluku sudah menetapkan tiga orang menjadi ter­sangka yaitu konsultan pengawas dari CV Jasa Intan Mandiri, Jhon Lucky Metubun, kemudian bos PT Reminal Utama Sakti Amir Gaos Latuconsina dan PPTK proyek terminal Transit Passo tahun 2008-2009, Angganoto Ura.

Ketiga tersangka sudah diperiksa berulang kali, baik sebagai tersangka maupun sebagai saksi mahkota. Hasil pemeriksaan saksi-saksi terakhir yang dilakukan selama Desember 2017 juga sudah diserahkan ke BPK sebagai data tambahan.

Sapulette berharap, BPK secepatnya menyerahkan hasil audit kerugian negara sehingga kasus terminal transit Passo juga segera dituntaskan. (MG-01)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!