Sekilas Info

Umat Kristiani di Maluku Jalani Ibadah Konci Taong sekaligus Sambut Tahun Baru 2019

satumalukuID – Salah satu tradisi yang hidup di komunitas Kristiani di Maluku, adalah mengikuti ibadah “konci taong” sekaligus menyambut datangnya tahun baru.

Senin (31/12/2018) petang
hingga malam, ribuan umat Kristiani membanjiri gereja dan katedral di Kota
Ambon dan sekitarnya untuk mengikuti ibadah akhir tahun sekaligus persiapan
menyambut Tahun Baru, 1 Januari 2019.

Pantauan Antara, ribuan umat Kristiani mulai memenuhi gereja
sejak pukul 16.30 WIT untuk mengikuti ibadah dan misa persiapan pergantian
tahun, di mana Jadwalnya berlangsung dua kali yakni pukul 17.00 WIT karena
disesuaikan dengan luas dan kapasitas tampung masing-masing tempat ibadah.

Umat yang datang terlihat memenuhi dalam gedung hingga ke
bagian luar yang telah dipasang tenda dan kursi tambahan. Di bagian luar juga
dipasangi televisi monitor maupun layar besar agar memudahkan umat yang berada
di luar gedung dapat mengikuti ibadah dan misa dengan baik dan lancar.

Kendati demikian, banyak juga umat yang tidak kebagian tempat
duduk sehingga terpaksa mengikuti ibadah yang berlangsung aman, tenang dan
khusuk itu sambil berdiri.

Aparat TNI dan Polri dibantu petugas pramuka dan Dinas
Perhubungan ikut berjaga di sekitar gedung gereja guna menjamin ibadah berjalan
aman dan lancar, termasuk ikut mengatur arus lalu-lintas termasuk kendaraan
bermotor yang digunakan umat untuk datang beribadah.

Selain aparat keamanan, tampak juga umat Muslim, khususnya
remaja masjid (Remas) yang tergabung dalam Badan Komunikasi Pemuda Remaja
Masjid Indonesia (BKPRMI) Maluku juga ikut mengamankan jalannya ibadah
persiapan pergantian tahun yang dilakukan umat Kristiani, diantaranya di Gereja
Silo di Jalan Said Perintah, dan Rehoboth di kawasan Batu Gantung.

Dengan berbusana Muslim, yakni mengenakan baju koko putih dan
memakai kopiah berwarna hitam atau putih, anggota Remas mereka terlihat ikut
membantu mengatur arus kendaraan yang melewati ruas jalan di depan kedua
gereja, sehingga memudahkan umat Kristiani yang akan menyeberang dan masuk ke
dalam gedung gereja.

Di saat ibadah berjalan, mereka menanti di luar sambil
membantu kelancaran arus lalu lintas depan gereja yang berada pada simpang
empat Tugu Trikora Ambon tersebut.

Aparat kepolisian dibantu TNI setempat juga berpatroli
keliling pusat Kota Ambon dengan beragam kendaraan, guna menjamin suasana
benar-benar aman dan kondusif menjelang perayaan Tahun baru 2019 yang akan
dimulai tepat pukul 00.00 WIT itu.

"Allah tidak pernah menjanjikan kehidupan yang mudah
tetapi berliku-liku bagi setiap orang percaya. Karena itu haruslah disyukuri
karena dapat melewati akhir tahun dengan penuh berkah dan kasih sayang Allah
serta dijauhkan dari berbagai godaan, cobaan hingga bencana," kata Ketua
Badan Pekerja Harian (BPH) Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) Pendeta Ates
J.S Werinussa dalam khotbahnya saat memimpin ibadah persiapan akhir tahun di
Gereja Maranatha, Ambon, Senin malam.

Dia menegaskan, jalan berliku penuh berbagai rintangan yang
harus dilewati agar umat kuat menghadapi berbagai tantangan dan cobaan.

Umat juga diingatkan untuk tetap membangun solidaritas dan
toleransi sebagai wujud tatanan hidup orang Maluku yang dibingkai rasa
persaudaraan sejati sehinga menjadi cerminan dalam kehidupan yang saling
membutuhkan satu dengan lainnya.

Selain itu mengimbau umat untuk tidak hidup dalam ketakutan
sebagai akibat bencana alam dasyat yang terjadi sepanjang tahun 2018
diantaranya gempa bumi dan tsunami yang melanda Nusa tenggara Timor, Palu dan
donggala, Sulawesi Tengah serta Selat Sunda yang mengakibatkan ribuan orang
meninggal.

"Tidak perlu takut dan gentar mendengar begitu banyak
bencana yang terjadi akhir-akhir ini. Tingkatkan keimanan dan spiritual kita
masing-masing kepada Allah sebagai satu-satunya, sehingga kita semua dimampukan
untuk memahami setiap peristiwa dan bencana yang terjadi, serta terus berdoa
bagi para korban maupun keluarga yang ditinggalkan untuk tabah menjalani cobaan
hidup," ujar Pendeta Ates.

Umat juga diimbau untuk berdoa kepada pemerintah pusat hingga
daerah untuk terus berkerja keras menangani berbagai persoalan yang dihadapi
masyarakat bangsa dan negara, termasuk menangani para korban bencana alam,
serta meningkatkan kegiatan mitigasi agar masyarakat lebih siap menghadapi
bencana. (mg-10/jimmy ayal/ant)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!