Sekilas Info

Vlog PULANG Maluku 2018; Ketika Rasa, Pesona dan Nilai Humanis Masyarakat Maluku Begitu Nyata

 

satumalukuID - Video Vlog Nina Kakerissa bertajuk “Pulang Maluku 2018” yang di-upload 29 September 2018 lalu di Youtube, tampaknya mampu menarik minat orang Maluku maupun bukan orang Maluku di berbagai penjuru untuk menyaksikannya.

Setidaknya, sampai tulisan ini dirilis, video ini sudah mencatat 157.307 viewer dan 652 komentar, plus 3,6 ribu Like.

Video vlog berdurasi hampir 40 menit yang dihiasi soundtrack sejumlah lagu Maluku ini, memang layak ditonton. Selain karena editing dan footage yang ditampilkan sangat berkualitas, keindahan Maluku yang alami juga terlihat nyata.

Bahkan lebih dari itu, video vlog Nira Kakerissa ini sangat dalam karena juga mengekspresikan nilai-nilai humanis yang hidup dalam budaya masyarakat Maluku. Bagaimana kuatnya hubungan kekerabatan di kalangan orang Maluku tergambar jelas. Begitu juga dengan ekspresi kebahagiaan sesehari masyarakat Maluku juga sangat riel.  

Satu hal yang mungkin kurang dari video ini, adalah tidak ada subtitle Bahasa Inggris agar bisa meng-grab lebih banyak lagi penonton. Pasalnya, Kedua Nona Ambon Belanda asal Rumahkay, ini menggunakan Bahasa Belanda di video mereka dan seringkali menggunakan Bahasa Ambon karena memang video ini dibuat untuk konsumsi masyarakat Belanda.

Kisah video ini berawal dari Nini (sapaan Nira) dan saudara perempuannya Titi adalah dua Nona Ambon kelahiran Belanda yang leluhurnya berasal dari Negeri Rumahkay, Seram Bagian Barat, meng-eksplore keindahan wisata Kei Kecil. Pesona Pulau Bair yang mengagumkan dan Pantai Ngurtafur yang sungguh indah itu ditampilkan dalam video tersebut.  

Nini dan Titi juga meng-eksplore keindahan wisata Pantai Ora di Pulau Seram yang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Maluku. Selanjutnya yang paling banyak dalam footage video tersebut, adalah bagaimana mereka berdua meng-eksplore harmoni kehidupan keluarga mereka dan masyarakat di Rumahkay.

Indahnya hubungan kekerabatan, kehidupan sosial, pendidikan dan keagamaan di Rumahkay terlihat jelas. Suasana haru ketika mereka berdua akan kembali ke Negeri Belanda meninggalkan keluarga di Rumahkay juga sangat riel. Makanya, mayoritas mereka yang berkomentar memberikan apresiasi atas video tersebut.

Oke guys. Tak salah jika menyisihkan waktu sejenak untuk menyaksikan video ini (terutama orang-orang Maluku di perantauan). Karena itu tadi. Selain mengobati rasa rindu untuk menikmati pesona wisata Maluku, juga akan dibuat rindu dengan nilai-nilai humanis yang tumbuh dan hidup di kalangan masyarakat Maluku sejak dulu kala... (Petra Josua)

Penulis: Petra Josua
Editor:Redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!