Sekilas Info

Dit Intelkam Polda Maluku Gelar FGD Jelang Pilpres

satumalukuID - Direktorat Intelkam Polda Maluku menggelar focus group discussion (FGD) dengan melibatkan sejumlah wartawan media cetak dan elektronik jelang pelaksanaan pesta demokrasi pemilihan presiden-wapres RI tahun 2019.

"Kami dari panitia pelaksana mengharapkan FGD ini bisa melahirkan ide atau gagasan terkait dengan sisa beberapa bulan pelaksanaan pemilihan umum presiden dan wapres," Kasubdit I bidang politik, Dit Intelkam Polda Maluku, AKBP Sumarji Puasa saat membuka kegiatan FGD di Ambon, Sabtu.

Kegiatan FGD ini mengusung tema 'Peran awak media dalam rangka menyukseskan pikpres dan wapres, pileg tahun 2019 yang aman dan damai di wilayah hukum Polda Maluku.

Sedangkan narasumber yang hadir adalah Kompol Max Tahya selaku Plh Kasubdit II serta Kanit II Subdit II Dit Reskrimsus Polda Maluku AKP Helda Siwabessy, Ketua KPU Maluku Samsul Rivay Kubangun, Komisioner Bawaslu Astuti Usman, serta ketua PWI Maluku Izaac Tulalessy.

Menurut dia, Subdit I Dit Intelkam yang membidangi masalah politik punya gawai untuk bersahabat dengan pelaksana pemilu seperti KPU dan Bawaslu dimana tujuannya sama-sama melaksanakan tanggungjawab.

Sehingga tujuan perhelatan akbar pilpres 2019 dapat berjalan dengan aman, tertib, lancar, bersahabat, dan sejuk.

Untuk pilkada 2018 sudah berjalan sukses karena aman, damai, dan sejuk, sehingga mudah-mudahan di pilpres juga demikian, dan kemarin ada paslon yang datang di Kota Ambon juga berjalan aman dan terkendali.

"Dalam diskusi ini diharapkan ada hal-hal yang perlu diangkat sebab pemilu kali ini agak unik karena ada beberapa pemilihan berjalan serentak seperti pilpres, anggota DPR-RI, DPD RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota," ujarnya.

Satgas Gakum Plh Kasubdit II Dit Reskrimsus Polda Maluku, Kompol Max Tahya mengajak masyarakat untuk tidak perlu ragu karena Polda Maluku ada beberapa Satgas seperti dari Intelkam ada Satgas Nusantara, dan Krimsus sendiri ada Satgas Gakum yang tugsnya melakukan patroli setiap hari 1 x 24 jam di duia maya.

Ada akun yang mengarah ke provokasi langsung diketahui dan ada penilaian dari pimpinan beserta tim apakah kontennya yang bernada hoax atau ujaran kebencian bisa langsung diposes atau tidak.

"Kalau kontennya benar-benar meresahkan masyarakat dan mengancam kehidupan berbangsa serta bernegara, maka pimpinan bersama tim akan meminta persoalannya diproses secara hukum berupa lidik dan mengecek posisi orangnya.

Tetapi selama ini belum ada postingan yang harus ditindaklanjuti oleh Krimsus terkait tahun politik 2018.

"Masyarakat Maluku sudah sangat pandai bermedia sosial jadi tidak usah ragu dan percayalah kepada kepolisian karena sudah siap mengantispiasinya," ujar Tahya.

L Kanit II Subdit II Dit Reskrimsus Polda Maluku AKP Helda Siwabessy, menjelaskan, ketika sebuah postingan ditulis oleh seseorang menjadi berita online sepanjang dapat dipertanggungjawabkan kemudian dijadikan sebagai satu berita tidak masalah.

Kecuali apa yang disampaikan oleh orang tersebut merupakan sebuah uujaran kebencian atau penyebaran berita bohong lalu disampaikan lagi oleh satu media, dan hal itu melanggar ketentuan hukum berarti mereka dapat dilaporkan.

"Bila itu melanggar hukum karena ada unsur ujaran kebencian atau hoax, kita bisa langsung memblokir akun tersebut melalui kerjasama Polda dengan Dinas Kominfo dan Telkomsel," kata Helda.

Untuk pemilu, seluruh Indoensia dibentuk Satgas Nusantara dalam rangka pemilukada maupun Pikpres 2019 dan kepolisian melakukan pemantauan terhadap akun-akun yang tidak resmi, sedangkan akun yang resmi sudah terdaftar di KPU dan di sana ada Gakumdu yang memprosesnya.

Polisi tetap melakukan upaya pecegahan terhadap akun-akun tidak resmi yang menyebarkan hoax atau ujaran kebencian agar tidak berkembang menjadi sesuatu yang meresahkan masyarakat. (daniel leonard/ant).

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!