Sekilas Info

Temuan BPOM Maluku, Kosmetik dan Pangan Kedaluarsa Masih Banyak Dijual ke Masyarakat

satumalukuID – Sepanjang tahun 2018, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Maluku menemukan kosmetik dan berbagai pangan, obat tradisional kadaluarsa dan tanpa ijin edar masih dijual ke masyarakat. Berbagai produk ini, tersebar merata di 11 kabupaten/kota di Provinsi Maluku.

Berdasarkan data BPOM Maluku, ada beberapa
jenis produk yang kadaluarsa dan tidak memiliki izin edar (TIE) yakni obat
sebanyak 492 item 78.024 kemasan, pangan 802 item 92.600 kemasan, kosmetik
1.489 item 44.401 kemasan, obat tradisional 35 item 25.915 kemasan, suplemen
kesehatan 10 item 35 kemasan.

“Jadi itu merupakan pengawasan kami selama
setahun di 11 kabupaten/kota di Provinsi Maluku. Dan yang paling banyak adalah
kosmetik karena memang kita temukan itu lebih banyak di kabupaten, karena
mereka langsung dapatkan dari Surabaya yang lewat tol laut,” jelas kepala BPOM
Maluku Hariani kepada wartawan diruang rapat kantor tersebut, Kamis (27/12/18).

Menurut dia, kosmetik yang disita ini akan dimusnahkan oleh
pihaknya, sedangkan pangan kadaluarsa sudah dimusnahakan secara langsung oleh
pemilik.

Dijelaskan juga bahwa sepanjang tahun 2018
ada sebanyak 6 kasus yang telah dibawah BPOM untuk diproses hukum, karena telah
menjual produk kadaluarsa.

“Dari kasus yang kami tindaklanjuti ini,
mereka menjual produk yang sudah tidak layak seperti kosmetik yang mengandung
zat berbahaya dan pangan kadaluarsa yang nomor kadaluarsanya dihilangkan. Jadi
keenam kasus ini terdapat dibeberapa tempat yakni Ambon, Buru, Malteng. Ada pun
dua kasus yang sudah masuk P21 yakni di Malteng dan Kota Ambon,”jelasnya.

Hariani juga menghimbau kepada konsumen
ketika membeli produk pangan, obat, maupun kosmetik untuk berhati-hati dan
memperhatikan tanggal kadaluarsa. (MG-15)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!