Sekilas Info

Wagub Maluku: Natal adalah Peristiwa Kasih Paling Agung

Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua (kedua dari kann) berfoto bersama undangan saat perayaan Natal Pemerintah Provinsi Maluku, Sabtu (22/12/2018). FOTO : HUMAS PEMPROV MALUKU

satumalukuID - Wakil Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua mengatakan, Natal adalah peristiwa kasih paling agung. Sebagaimana Nabi Yohanes berkata “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga ia telah mengaruniakan anak-Nya yang tunggal, supaya semua orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16).

“Bukankah ini peristiwa yang luar biasa? Allah yang mulia dan
agung di Sorga sana, begitu mengasihi kita semua. Padahal kita seringkali
membuat salah dan dosa-dosa. Kita seringkali hidup tidak sesuai dengan kehendak
dan petunjuk-petunjuk dari Allah. Walaupun begitu, Allah tetap mengasihi kita.
Allah tetap sayang kita. Dan semua itu nyata, dan peristiwa Kristus yang
diawali dengan Natal atau Kelahiran Yesus Kristus,” Ungkap Sahuburua pada
perayaan Natal Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku bersama para Aparatur Sipil
Negara (ASN) lingkup Pemprov Maluku yang dipusatkan di Kediaman Wakil Gubernur
Maluku di Kawasan Karang Panjang, Sabtu malam (22/12/18).

“Pertanyaannya adalah, apakah kita telah menerima Yesus dalam
hidup kita? Apakah Yesus benar-benar telah lahir dalam hidup kita selaku
pribadi, keluarga bahkan persekutuan orang percaya?” kata Sahuburua
mengingatkan.

Ini, pertanyaan penting, sebut Sahuburua, yang harus direnungkan
bersama, saat merayakan Natal. Dan ini pula yang membuat tema Natal yang
dicanangkan oleh GPM, perlu direnungkan bersama yakni, “Berilah Tempat Bagi
Yesus di Dalam RumahMu” (Lukas 2:1-7).

Orang Kristen saat ini, sebut Sahuburua, lebih suka membuka
pintu rumahnya bagi hal-hal yang tidak sesuai dengan apa yang tidak dikehendaki
oleh Yesus. Bahkan orang Kristen saat ini, lanjutnya, telah menutup pintu
rumahnya dari sesamanya.

Menutup pintu hatinya dari tetangga, bahkan keluarga, saudara
dan sahabat. Padahal, kedatangan Yesus saat ini bukan lagi dalam wujud bayi
mungil.

Di lain sisi, Sahuburua juga mengingatkan tentang perayaan Natal
tahun ini, dimana dengan berbagai latar belakang pergumulan. Ada berbagai
bencana dimana-mana, ada kebencian yang disebarkan melalui media sosial,
seperti hoaks, dan lain-lain. Belum lagi berhadapan dengan tantangan-tantangan
hidup rumah tangga dan keluarga yang tidak ringan.

“Semua masalah itu, membutuhkan cara pandang dan sikap yang
bijaksana. Kita tidak perlu putus asa dan menyerah. Kita harus optimis dan
berpengharapan, sebab Natal adalah peristiwa pengharapan,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Sahuburua mengatakan, baik juga jika
memperhatikan pula tema Natal dari Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia
(PGI), yakni “Yesus Kristus Hikmat Bagi Dunia” (1 Korintus 1:30a). Dunia ini
membutuhkan hikmat, dunia ini membutuhkan kebijaksanaan.

“Kekayaan dan kekuasaan bukan solusi bagi dunia ini. Sebab orang
untuk kaya seringkali mengorbankan orang lain. Demikian pula orang untuk
berkuasa bisa menghalalkan segala macam cara. Tetapi dengan hikmat dari Yesus,
kita bisa membedakan semua itu,” tandas Sahuburua.

Hadir dalam acara Perayaan Natal, diantaranya, PLT Kepala
BAPPEDA Provinsi Maluku Suryadi Sabirin, Kepala Dinas Perindustrian dan
Perdagangan E. Pattiselano, Kepala Biro Hukum dan HAM Hendri Far-Far, Kepala
Dinas Infokom Frona Koedoeboen, Rektor Universitas Pattimura M.J. Sapteno, Kepala
Dinas Perhubungan F.J. Papilaya, Ketua Walubi Maluku W. Jauwerissa dan pejabat
lainnya. (mg-11)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!