Sekilas Info

Butuh Kesiapan Fasilitas dan Dukungan Pemprov untuk Jadikan Maluku Embarkasi Haji Antara

satumalukuID- Direktur Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama RI, Prof. Dr H Nizar Ali MA mendukung adanya embarkasi haji antara di Provinsi Maluku. Hal ini terungkap dari
dialog sehari dengan slogan Jagong Masalah Umrah dan Haji (Jamarah) ydi Labuang Raja Hotel Amans, Rabu (19/12/2018).

Selain Kakanwil Kemenag Maluku Fesal Musaad turut hadir mendampingi Dirjen PHU yakni Wakil Ketua DPRD Maluku Syaid Mudzaqir Assagaff.

Kepada pers usai berdialog Dirjen PHU mengatakan, kalau dirinya belum bisa memastikan kapan realisasi embarkasi haji antara Maluku sudah bisa mulai difungsikan. Tetapi semuanya tinggal tergantung dari kesiapan daerah sendiri, sepanjang sudah memenuhi persyaratan standar pelayanan embarkasi haji antara.

"Kalau sudah memenuhi persyaratan, baru kami bisa tetapkan Maluku jadii embarkasi haji antara dan jika persyaratan itu tidak bisa dipenuhi belum tentu kami tetapkan, sehingga menjadi pertanyaanya apa Maluku sudah siap tahun 2020 sebagai embarkasi haji antara," tandas Nizar Ali.

Untuk itu dalam konteks utama persiapan kata Dirjen PHU, bahwa yang dikatakan embarkasi haji antara harus ada, aula penerima dan keberangkatan yang disesuaikan dengan standar, selain itu harus juga ada kantor yang diperuntukan bagi mitra, guest house serta ditunjang dengan berbagai fasilitas yang memadai.

Namun yang paling penting adanya dukungan dari Pemda Maluku untuk bisa mengalokasikan anggaran jemaah haji dari Maluku ke Makassar sehingga ini merupakan poin penting untuk bisa ditetapkan Maluku sebagai embarkasi haji antara wilayah Indonesia Timur.

"Intinya kami ini tetap siap untuk mencanangkan Maluku sebagai embarkasi haji antara tinggal bagaimana kesiapan daerah disini saja," ucapnya.

Disinggung soal kuota haji lanjut Nizar Ali, bahwa sejauh ini belum ada informasi terkait dengan adanya penambahan kuota haji secara nasional maupun daerah. Tetapi penambahan bisa saja jika pelayanan di tenda Mina Arab Saudi ada peningkatan jumlah, sehingga jika hal itu tidak ada pemerintah Indonesia tidak berani untuk menambahkan kuota haji.

Sementara untuk pelayanan haji tahun depan, diwacanakan Calon Jemaah Haji (CJH) Maluku lewat embarkasi haji Makasar akan disatukan dalam satu sektor lokasi, bahkan makanannya akan disesuaikan dengan daerah masing-masing.

Di tempat yang sama Wakil Ketua DPRD Maluku Syaid Mudzaqir Assagaff mengatakan, pihaknya melalui lembaga legislatif sangat memberikan dukungan penuh Maluku menjadi embarkasi haji antara.

Oleh sebab itu, biaya subsidi yang selama ini diberikan Pemda Maluku kepada setiap CJH akan dialihkan ke biaya Ambon-Makasar PP sebagai syarat menjadi embarkasi haji antara.

"Saat ini ada tiga hal yang di backup Pemda Maluku, selain subsidi juga telah dilakukan pembebasan lahan meskipun dilakukan secara bertahap dan akses jalan masuk asrama haji yang saat dalam tahap pekerjaan," akuinya.

Meskipun demikian, Assagaff sangat optimis dan memberi dukungan penuh agar tahun 2020 mendatang Maluku sudah menjadi embarkasi haji antara. (SM-10).

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!