Sekilas Info

Video Viral; Bocah Juan Rehatta Meninggal 2 Hari, Dikubur, Menjerit, Kubur Digali, Dibawa ke Rumah Sakit, Tapi Meninggal Lagi

Almarhum Juan Rehatta saat hidup, meninggal, dan saat kuburannya digali lagi. Foto FB Leopold Hattu

satumalukuID - Warga kawasan Kopertis Sektor 11 Skip, kecamatan Sirimau Ambon, dihebohkan dengan kejadian luar biasa atas kematian bocah berumur 7 tahun, Juan Rehatta.

Ceritanya, Juan dianggap sudah meninggal dan dimakamkan. Ibunya mendengar jeritan Juan dari dalam kubur sehingga keluarga dan warga setempat menggali kuburannya lagi.  Mereka kemudian mengangkatnya dari peti jenasah serta membawanya ke rumah sakit terdekat.

Video prosesi penggalian dan pengangkatan jenasah bocah Juan dari dalam kubur itu kini jadi viral di media sosial sehingga menggemparkan kota Ambon dan dunia maya.

Diketahui video tersebut diunggah oleh akun Facebook bernama Leopold Hattu pada Senin (17/12/2018).

Dalam video itu, para warga Kopertis langsung geger dan berteriak histeris setelah si anak yang sudah meninggal dan terbujur kaku di dalam peti mati ketika petinya dibuka terlihat masih bergerak sebagai tanda kehidupan.

Melihat tanda tanda bocah Juan ternyata masih hidup, warga segera membuka dan melepaskan penutup peti mati serta mengeluarkan sang anak.

"Juan masih hidup…., Juuaaann masih hidup," teriak beberapa wanita histeris dalam video.

Tubuh sang anak tersebut diangkat dari dalam peti yang telah terkubur.
Warga pun langsung membawa anak tersebut dan melarikannya ke rumah sakit RS Bhakti Rahayu awalnya, kemudian dilanjurkan ke RS Sumber Kasih GPM.

Informasi yang dihimpun dari salah satu tetangga korban yang enggan namanya dikorbankan, mengungkapkan, bocah tersebut bernama Juan Rehatta.

Juan mengalami nasib naas karena jatuh dari pohon cokelat sehingga mengalami patah di bagian leher pada Sabtu lalu.

Juan kemudian dipikir sudah meninggal karena tidak bernapas lagi dan badan sudah kaku.  Karena itu, selama dua hari jenasah Juan sudah dimandikan dan disemayamkan di rumah kediamannya di kawasan Kopertis Ambon pada Sabtu sampai Minggu.

Bocah naas itu kemudian dimakamkan pada Senin sore di depan rumahnya pukul 14.00 WIT.

Namun tiba tiba sekitar pukul 17.00 WIT, ibu korban yang bernama Yudit Rehatta mendengar suara minta tolong dari dalam kubur. Ketika didengar isak tangis ternyata suara itu berasal dari dalam kubur anaknya.

Sang Ibu sontak kaget dan memanggil tetangga untuk membantu menggali kuburan anaknya.

Setelah digali ternyata Juan masih terlihat hidup. Kondisinya lemas tapi suhu badan masih panas. Tanpa menunggu lama korban dibawa ke RS Bhakti Rahayu dan atas hasil pemeriksaan dokter menyatakan korban sudah meninggal 2 jam yang sebelumnya.

Namun ibu nya Juan tidak percaya dan kembali membawa korban ke RS GPM tapi hasilnya tetap sama dinyatakan sudah meninggal.

Maka pukul 03.47 WIT subuh jenasah Juan kembali dimakamkan di tempat yang sama seperti sebelumnya.

Keluarga korban yang sempat hendak dikonfirmasi media ini, Selasa (18/12/2018) menolak untuk memberikan keterangan.

Dengan alasan data kronologis kejadian sudah disampaikan kepada Babinkamtibmas Negeri Soya kecamatan Sirimau sehingga keluarga tidak mau untuk berkomentar.

Video viral penggalian jenasah Juan Rehatta ini, sampai kini masih terus jadi pembicaraan dan viral di berbagai medsos serta ditonton belasan ribu orang. (MG-01/SM-05)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!