Sekilas Info

Lestarikan Musik Hawaian, BPNB Maluku Gelar Belajar Bersama Maestro

Maestro musik Hawaian asal Maluku Bing Leiwakabessy

satumalukuID - Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Maluku kembali gelar Belajar Bersama Maestro Musik Hawaian dengan mengusung tema "Melalui Musik Hawaian kita Tingkatkan Partisipasi Generasi Muda dalam Pelestarian Kebudayaan". Acara ini melibatkan pelajar perwakilan dari lima SMA sederajat di Kota Ambon.

"Musik Hawaian menjadi salah satu aktivitas kesenian tradisional masyarakat Maluku yang masih bertahan hingga saat ini, namun masih belum digandrungi generasi muda ketimbang musik-musik bernuansa pop, remix, dan lainnya.

"Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan musik Hawaian kepada generasi muda, meningkatkan pengetahuan tentang cara bermain alat musik hawaian yang lebih baik, dan meningkatkan kecintaan serta kesadaran generasi muda terhadap musik tradisional," jelas Kepala BPNB Maluku, Rusly Manorek, akhir pekan kemarin.

Sebelum mengikuti program belajar bersama Maestro musik hawaian, puluhan siswa itu diseleksi terlebih dahulu untuk dipantau memiliki bakat di bidang musik terlebih yang dapat menggunakan alat musik gitar. Pertimbangannya, dengan menguasai gitar, proses mempelajari alat musik lain dapat dilakukan dengan mudah dan cepat.

“Akhir pembelajaran ini para siswa peserta BBM menampilkan hasil belajar mereka, kami berharap kegiatan ini akan berlanjut, dan bukan hanya sampai disini sehingga para siswa akan berikan virus kepada yang lain,” katanya.

Musik hawaian ini sebelumnya kurang diminati generasi muda, tetapi mulai saat ini pihaknya mencoba mengenalkan dan mempelajari seni budaya daerah kepada generasi muda.

“Musik hawaian harus dipertahankan dan dilestarikan sebagai upaya mendukung Ambon sebagai kota musik. Kita berharap kedepan akan lebih banyak generasi muda yang mencintai musik hawaian, sehingga akan memberikan dampak bagi yang lainnya,” ujarnya.

Diakuinya, sejauh ini minat generasi muda akan seni budaya daerah cukup tinggi, tetapi pihaknya masih terbatas dalam menyiapkan peserta.

“Minat siswa cukup tinggi tetapi semua harus melalui proses seleksi oleh para maestro yang akan melatih. Program ini merupakan tahun kedua pelaksanaan kita berharap kedepan jumlah siswa yang terlibat lebih banyak,” tandas Rusli.

Ia menambahkan, tujuan BBM ini bukan untuk menjadikan peserta sebagai seniman, melainkan agar peserta mampu memahami substansi proses kreatif dengan mengalami secara langsung belajar bersama maestro.

Sementara itu maestro hawaian Semy Tentua, mengatakan selama dua bulan membimbing anak-anak ini cukup sulit. Namun karena kemauan yang besar dari mereka maka pembelajaranya begitu baik.  Dia mengucapkan banyak terima kasih dari Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Maluku yang telah kembali melestarikan Hawaian.

Para siswa juga diharapkan dapat menyerap pengetahuan dan keterampilan teknik artistik serta menyerap nilai-nilai kejujuran, integritas, dan kebersamaan untuk memperkuat karakter.  "Sehingga peserta didik dapat terinspirasi, mempunyai integritas dan mentalitas dalam beradaptasi dengan lingkungan baru dan mampu mengaktualisasikan pengalaman berharga belajar bersama maestro kepada orang lain melalui berkesenian,” katanya. (SM-12).

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!