Sekilas Info

Ritual Adat Cuci Negeri Soya Kembali Digelar

satumalukuID – Pemerintah, Saniri dan masyarakat Negeri Soya kembali menggelar ritual adat Cuci Negeri Soya dipimpin Upulatu (Raja) John L. Rehatta,di Baileo Samasuru-Negeri Soya, Ambon, Jumat (14/12/2018).

Seperti biasa, Cuci Negeri Soya dilaksanakan secara rutin setiap tahun pada minggu kedua bulan Desember. Adapun serangkaian acara adat lainnya, diantaranya Pembersihan Negeri, Naik ke Gunung Sirimau, Upacara Adat CuciNegeri, Cuci Air (Wai Werhalouw dan Unuwei) dan Masuk Kain Gandong.

Upulatu Soya dalam petuahnya menyampaikan, Adat Cuci Negeri merupakan Tradisi Masyarakat Negeri Soya yang harus terus dilestarikan. Merupakan tradisi yang sudah berlangsung dari tempo dulu hingga kini dan kepada  berikutnya.

Upacara Cuci Negeri selain untuk membersihkan Negeri juga berarti menyucikan diri dari perasaan perseteruan, kedengkian, curiga-mencurigai. Hal ini ditandai pada kegiatan mencuci tangan, kaki, dan muka di air Wai Werhalouw dan Unuwei.

Saat berlangsungnya prosesi cuci negeri

Pada Acara Cuci Negeri tersebut, Upulatu Soya juga meminta kepada masyarakat Negeri Soya untuk membersihkan hati dalam membangun Negeri.

“Pada momen Adat Cuci Negeri ini, saya selaku Upulatu Soya mengajak Masyarakat Soya untuk bersihkan hati, jalan dengan lurus untuk memutuskan segala sesuatu yang baik demi membangun Negeri ini kedepan,” ungkap Raja Soya.

Dalam Adat tersebut, Upulatu Soya juga mengukuhkan Mouritz M. Huwaa sebagai Kepala Asia Adat Negeri Soya.

Adat Cuci Negeri Soya sendiri telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia pada tanggal 20 Oktober 2015 silam oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Anies Baswedan.

Untuk diketahui, Adat Cuci Negeri bukan hanya berdasar kepada warisan secara turun temurun, melainkan juga dengan maksud untuk memelihara dan menghidupkan nilai-nilai positif yang diyakini oleh masyarakat agar selalu diingat oleh generasi yang akan datang.

Sementaraitu, sebagaimana dilansir PPID Pemkot Ambon, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Richo Hayat kepada Tim MediaCenter mengatakan, Adat Cuci Negeri Soya merupakan tradisi budaya yang perlu mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Ambon.

“Tahun2019, Adat Cuci Negeri Soya akan masuk kalender event Pariwisata Kota Ambon,dan pada tahun 2020, Pemerintah Kota akan berkoordinasi dengan Pemerintah Pusatagar tradisi Cuci Negeri Soya dimasukkan dalam kalender event Nasional,” katanya. (*/mg-15)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!