Sekilas Info

Pemkab Buru Selatan Harapkan Semua Kuota CPNS Dapat Terisi

satumalukuID - Pemerintah Kabupaten Buru Selatan (Bursel) berharap semua kuota yang sudah masuk dalam tahapan tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS tahun 2018 terisi semua dan tak ada kuota yang dipulangkan ke pemerintah pusat.

Hal ini disampaikan Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Bursel Dullah Tualeka kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (12/12/2018).

Menurut Tualeka, sangat disayangkan bila kuota CPNS yang sudah diberikan Pempus tersebut harus dikembalikan padahal daerah sangat membutuhkan untuk mengisi formasi tenaga-tenaga ASN pada instansi-inatansi yang dibutuhkan daerah.

"Kita harapkan, kalau bisa beberapa formasi yang sudah lolos dalam TKB itu diharapkan semua lolos sehingga jangan daerah rugi dari segi formasi. Jadi mudah-mudahan ada kebijakan pemerintah pusat dalam hal ini Panselnas bisa meloloskan semua dengan memberikan standar nilai yang rata-rata di bawahlah supaya bisa mengakomodir adik-adik kita yang sudah mengikuti TKD dan TKB itu,"  ungkap Tualeka.

Dirinya menuturkan, jika nanti angka kelulusan CPNS di Bursel kecil sudah pasti daerah merasa sangat dirugikan mengingat pembukaan CPNS ini hanya berlangsung empat tahun sekali.

"Minimal kita di Bursel bisa mendapatkan 75 persen dari formasi yang diberikan Pempus lah, jangan sampai kita hanya mendapatkan 10 dari formasi 302," ucapnya.

Tualeka juga mengakui, formasi dari peserta yang mengikuti tes SKB baik yang lulus passing grade maupun melalui perengkingan ternyata masih ada formasi yang kosong alias tidak ada peserta yang ikut dalam SKB untuk memperebutkan kuota tersebut.

"Jujur masih ada yang kosong, karena waktu Tes SKD itu ada yang tidak lolos, baik melalui passing grade maupun setelah dikeluarkannya Permenpan-RB Nomor 61 Tahun 2018 terkait perengkingan. Maka dari itu harapan kita dari semua formasi yang sudah masuk dalam tes SKB sudah bisa terwakili untuk mengisi kekosongan itu," ujarnya.

Dirinya mencontohkan, untuk tenaga guru maupun kesehatan dapat mengisi kekosongan pada intansi-intansi lain yang membutuhkan tenaga sesuai spesifikasi ijazah yang dibutuhkan instansi tersebut.

"Kalau kita baca Permenpan-RB Nomor 61 itu ada peluang di sekolah, dan kesehatan, misalkan formasi guru olahraga di sekolah A ada juga di sekolah B, tapi di sekolah B tidak ada peserta secara perengkingan maupun passing grade yang lulus. Di sekolah A ada dua peserta, namun hanya dibutuhkan kuota 1 orang dan itu menurut yang kita baca di Permenpan-RB nomor 61, yang satunya itu bisa di alihkan ke sekolah B karena dia punya formasi dan jurusan sama hanya bedah unit kerja saja begitu juga dengan kesehatan," terangnya.

Namun, sambungnya, hal ini berbeda dengan tenaga pada instansi teknis karena tidak akan mungkin jika tenaga yang dibutuhkan di BKPSDM bekerja pada instansi lain.

"Beda dengan Instasi teknis karena belum tentu tugas dari instansi teknis yang satu sama dengan tugas pada instansi teknis lain. Peluang ini hanya ada pada kesehatan dan guru," paparnya.

Sementara untuk hasil akhir penentuan lulus menjadi CPNS, Tualeka katakan itu ditentukan oleh Panselnas dan waktu pengumumannya pun belum bisa dipastikan karena Panselda hanya menunggu hasil dari Pempus.

"Kita sementara menunggu hasil dari Panselnas karena hasil akhir itu nanti di akumulasi dari dua nilai SKD dan SKB tinggal ditotalkan, dan rumus hitung-hitungannya itu ada di Panselnas dan semua panselda provinsi maupun kabupaten/kota hanya menunggu hasil dari Panselnas," ungkapnya.  (BS-01).

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!