Sekilas Info

Perkuat Sinyal, Empat kabupaten di Maluku Sudah Kerjasama Bangun BTS

satumalukuID – Empat kabupaten di Provinsi
Maluku yakni Maluku Tengah, Maluku Tenggara Barat, Kepulau Aru dan Maluku Barat
Daya sudah masuk dalam daftar 40 kota dari 100 kota yang menandatangani kerjasama
dengan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI). Kerjasama
tersebut terkait Perjanjian Pinjam Pakai Lahan Milik Daerah untuk keperluan
pembangunan BTS (Base Transceiver station) KPU (Kewajiban Pelayanan umum)/ USO
(Universal Service Obligation) rentang waktu 2015 - 2018.

"Skema BTS USO dikembangakan sejak 2015.
BAKTI sendiri dalam sisi penyediaan infrastruktur kami menggandeng beberapa
mitra, namun demikian khusus untuk lokasi perijinan IMB dibantu oleh
teman-teman dari Pemda," ujar Direktur Utama BAKTI Anang Latif usai Pendandatangan
kerjasama dengan 17 kepala daerah di Jakarta, Jumat (7/12/2018).

Selama 2015-2018, BAKTI telah membangun BTS di
800 lokasi yang tersebar di 100 kabupaten, dengan berhasil menyelesaikan 97
persen perjanjian pinjam pakai lahan BTS USO yang terbangun di 2015-2017 dan 79
persen perjanjian pinjam pakai lahan BTS USO yang terbangun pada 2018.

Penandatanganan ini dilakukan berdasarkan pada
Peraturan Menteri Dalam Negeri No 19 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan
Barang Milik Daerah.

Dalam aturan tersebut dinyatakan bahwa BAKTI
memiliki kewajiban untuk menyediakan BTS dan pemerintah kabupaten berkewajiban untuk
menyediakan lahan pendirian BTS.

"Sekarang ini penandatanganan kerjasama
untuk administrasi sewa lahannya, Pemda ibaratnya menyewakan kepada kami tapi
dengan nilai 0 rupiah, karena secara administrasi harus dilengkapi karena lahan
perizinan itu memang disiapkan pemerintah," kata Anang.

Jangka waktu pemakaian lahan berlangsung selama
kurang lebih lima tahun atau disesuaikan dengan peraturan daerah yang berlaku
di masing-masing lokasi.

"Nanti kita perpanjang, kalau daerah itu
kita yakini bahwa secara ekonomi belum bisa mandiri dalam penyediaan sinyalnya,
kita lanjutkan," ujar Anang.

Sebanyak 46 kabupaten/kota telah melakukan
penandatanganan perjanjian sampai dengan hari ini, antara lain Musi Rawas
Utara, Pasaman Barat, Solok Selatan, Merangin, Seluma, Malinau, Nunukan,
Mahakam Ulu, Kutai Barat, Kutai Timur, Banjar, Sintang, Sanggau, Sambas, Kapuas
Hulu, Kep. Talaud, Banggai Kepulauan, Sumenep, Timor Tengah Utara, Alor, Flores
Timur.

Selanjutnya, Sabu Raijua, Bima, Maluku Tengah,
Maluku Tenggara Barat, Maluku Barat Daya, Kep. Aru, Halmahera Timur, Halmahera
Barat, Halmahera Selatan, Pulau Taliabu, Tidore, Kep. Sula, Mamberamo aRaya,
Mamberamo Tengah, Merauke, Mappi, Pegunungan Bintang, Asmat, Bovendigoel,
Puncak Jaya, Deiyai, Keerom, Raja Ampat, Maybrat, dan Sorong.

Kabupaten/Kota tersebut adalah wilayah yang
telah menerima BTS BAKTI Sinyal pembangunan tahun 2015 sampai dengan 2018.

Di samping penandatanganan perjanjian kerjasama
antara BAKTI dan kepala daerah wilayah BTS USO, dilaksanakan pula peluncuran
elektronik USO (e-USO) yang merupakan aplikasi untuk permohonan akses internet,
BTS, satelit dan fiber optik.

"e-USO mempermudah proses pengajuan, mereka
cukup akses internet dari lokasi. Data langsung masuk sistem data based
kita," ujar Anang.

Dengan e-USO akan terlihat tahapan-tahapan yang
telah dilakukan untuk pengajuan, sehingga tidak perlu bertanya-tanya bagaimana
kelanjutan pengajuan.

Selain itu, adanya e-USO sekaligus menjawab
tantangan digitalisasi alur setiap proses permohonan akses telekomunikasi dan
informasi. (*/arindra meoidia/ant)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!