Sekilas Info

Tiket ke Ambon Mahal Akibat Kurangnya Jadwal Penerbangan dan Liburan Natal

satumaluku.id – Kenaikan harga tiket pesawat tujuan Ambon yang mengalami kenaikan disebabkan dua hal. Pertama, karena tingginya permintaan tiket pesawat menjelang liburan Natal dan Tahun Baru. Kedua, karena pengurangan jadwal penerbangan oleh sejumlah maskapai. Kedua alasan tersebut terungkap dari hasil rapat koordinasi daerah (rakorda) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

"Dari hasil rakorda TPID kami mendapat informasi dari Dinas Perhubungan, bahwa kenaikan harga tiket disebabkan ada dua hal yang pertama akibat memasuki Natal dan Tahun Baru dan ini sudah terlihat sejak Pesparani serta alasan kedua akibat adanya kesepakatan para maskapai untuk menurunkanatau memperkecil volume penerbangan, sehingga semua itu menyebabkan naiknya harga tiket pesawat," ungkap Kepala Tim Advisor dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia (BI) Perwakian Maluku, Andi Setyo Biwado kepada pers, Senin (3/12).

Kenaikan tiket pesawat menuju Ambon sudah terjadi sejak dilaksanakan kegiatan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik I yang dilaksanakan di Kota Ambon Oktober lalu yang jumlahnya ribuan peserta.

Terkait dengan pengurangan volume atau jadwal keberangkatan, kata Andi, sesuai penjelasan pihak maskapai, ada penerbangan yang memiliki jadwal berangkat sore tapi ditiadakan dengan alasan untuk efisiensi biaya operasional. Jika dipaksakan beroperasi, dari sisi bisnis perusahaan akan merugi.

"Jadi dari sisi bisnis maskapai perlu ada pengurangan, karena tidak mengutungkan bagi mereka, sehingga dampaknya bagi masyarakat yang ingin berpergian sesuai jadwal yang ada terpaksa harus berpindah ke jadwal yang lain namun sudah penuh. Karena banyaknya permintaan sementara supplay hanya terbatas akibatnya harga tiket pasti akan naik," jelasnya.

Dikatakan, semestinya harga tiket itu sudah harus turun setelah Pesparani Katolik selesai, namun seiring dengan dekatnya waktu Natal dan Tahun Baru harga tiket itu tetap masih pada kondisi tidak turun.

Dalam hasil rakorda TPID telah ada.kesepakatan bersama, bahwa harga tiket ini bisa menyebabkan terjadinya kenaikan inflasi secara umum. Kesimpulan yang diambil, TPID Maluku akan mengirim surat ke Dinas Perhubungan selanjutnya akan berkoordinasi dengan pihak maskapai, sehingga kalau ada kenaikan harus bisa dalam kondisi kewajaran, tidak terlalu berdampak ke masyarakat yang menggunakan pesawat.

Sebelumnya hal yang sama juga disampaikan Kepala Perwakilan BI Maluku Bambang Pramasudi bahwa, hasil rakorda TPID telah mengeluarkan rekomendasi yang meminta pihak dinas terkait untuk bisa berkoodinasi dengan pihak maskapai, kalau harga tiket tidak bisa diturunkan maka harus bisa ditambah frekuensi penerbangan sehingga dengan harapan harga tiket bisa turun.

"Jadi sekarang ini yang kita perjuangkan dengan TPID maskapai bisa menambah volume penerbangan agar tiiket bisa turun," harapnya.

Sementara itu dari Jakarta, Kepala BPS Pusat Suhariyanto memastikan kenaikan tarif pesawat turut menyumbang inflasi sebesar 0,05 persen pada Bulan November 2018. Hal ini disebabkan menjelang akhir tahun, banyak kegiatan antar departemen dan pemerintah daerah yang menyebabkan kenaikan permintaan pesawat.

Kenaikan tajam harga tiket pesawat terjadi di Indonesia Timur seperti Ambon, Ternate, Jayapura, Sorong dan beberapa daerah lain.

Kenaikan harga tiket pesawat yang luar biasa itu, menimbulkan keluhan dari warga Ambon dan kota lainnya di Maluku bahkan dari Pulau Jawa yang akan pulang ke Ambon. Banyak warga daerah ini di media sosial juga mengeluh dan mengkritik kenaikan itu. Mereka bahkan membandingkan dengan jalur penerbangan di indonesia bagian barat dan tengah yang normal, bahkan ke luar negeri di wilayah Asia Tenggara pun masih lebih murah dibandingkan ke Ambon. (SM-10)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!