Sekilas Info

Tabrak Tewas Warga, BK DPRD Ambon Minta Anggotanya Koperatif Jalani Proses Hukum

satumaluku.id - Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon, minta Mulijono Sudrik anggota Komisi II DPRD Kota Ambon tetap koperatif jalani proses hukum yang sementara dijalaninya. Untuk itu diharapkan Mulijono Sudrik agar tidak mengabaikan tanggungjawabnya, pasca kejadian lalu lintas yang menelan korban jiwa baru-baru ini.

Demikian permintaan disampaikan Ketua BK DPRD Kota Ambon Lucky Nikijuluw pada wartawan di ruang Komisi III DPRD Kota Ambon, Sabtu kemarin. "Yang jelas jika pak Mul, mengabaikan tanggungjawabnya, seperti yang telah disampaikan media, maka saya akan panggil yang bersangkutan, tetapi ternyata kalau ada itikad baik dan dia tetap koperatif untuk menjawab semua tuntutan, maka kami akan tetap terus memantau proses hukum yang sementara dijalaninya," ujar Lucky.

Baca juga: Izin Periksa Oknum DPRD Ambon yang Tabrak Tewas Warga sudah Terbit

Oleh sebab itu, untuk proses hukum cepar diselesaikan secara kekeluargaan, Mulijono Sudrik harus secepatnya bisa melakukan pendekatan kekeluargaan, sehingga proses hukumnya dapat secepatnya terselesaikan dengan jalan damai.

"Namun jika pihak keluarga korban merasa dirugikan dan tidak diperhatikan, maka BK akan mengambil langkah memanggil yang bersangkutan dalam hal ini Mulijono Sudrik ini," katanya.

Menurut Nikijuluw, Mulijono Sudrik, harus koperatif dan tanggungjawab fungsinya, karena merugikan orang lain atau nyawa orang lain.

Lucky mengakui, kalau dirinya telah berkoordinasi dengan yang bersangkutan, untuk meminta dirinya agar bisa menyelesaikan masalahnya secara kekeluargaan. Dengan asumsi bahwa ada persoalan-persoalan yurisprudensi yang terjadi pada kejadian yang sama, dimana laka lantas masih bisa terselesaikan dan tuntas.

"Kami harap, Mulyono Sudrik tidak mengabaikan tanggungjawabnya, supaya BK dalam fungsi dan peran nya tidak memanggil Mulyono, akan tetapi misalnya dia mengabaikan, otomatis atau pasti kami akan memanggilnya," ujarnya. (SM-10).

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!