Sekilas Info

Jadi Tuan Rumah FBV Qasidah Gambus Nasional 2019, Presiden Jokowi: Ambon Cocok sebagai Kota Musik

NULL

satumaluku.id - Presiden Joko Widodo mengapresiasi Kota Ambon sebagai tuan rumah pelaksanaan Festival Bintang Vokalis Qasidah Gambus Tingkat Nasional ke-XXIV tahun 2019 mendatang. Dia menyebut pilihan kota Ambon untuk melaksanakan event tersebut sangat cocok dengan latar belakang Ambon sebagai kota musik di Indonesia.

"Cocok diadakan di Ambon, pemerintah akan dukung terus, saya akan dukung terus," kata Presiden Jokowi di acara Penutupan Bintang Vokalis Qasidah Gambus Tingkat Nasional ke-XXIII yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis malam (29/11/2018).

Presiden juga menyambut baik digelarnya Festival Bintang Vokalis Qasidah Gambus Tingkat Nasional ke XXIII tahun 2018 yang merupakan ajang rutin tahunan yang digelar Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (DPP LASQI). Festival itu tahun ini berlangsung pada 27-29 November di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur.

"Saya sangat mengapresiasi Lasqi atas ketekunan dalam mengembangkan seni qasidah ini, sudah 23 tahun berturut-turut menyelenggarakan festival bintang qasidah tingkat nasional," katanya.

Mengenai Kota Ambon, Presiden sangat antusias karena Ambon memang sedang dikembangkan sebagai kota musik di Indonesia. Karena itu dia mendukung penuh pelaksanaan Festival Bintang Vokalis Qasidah Gambus Tingkat Nasional ke-XXIV tahun 2019 di ibu kota Provinsi Maluku tersebut.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo bersenandung lagu gambus berjudul Din Assalam ala vokalis grup Sabyan Gambus, Nisa, di hadapan peserta Festival Bintang Vokalis Qasidah Gambus Tingkat Nasional ke-XXIII.

"Abtahiyyat wabsalam. Ansyuru ahlal kalam jainuddin yahtirom...," senandung Presiden Joko Widodo (Jokowi) di tengah awal pidatonya di acara Penutupan Bintang Vokalis Qasidah Gambus Tingkat Nasional ke-XXIII yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis malam.

Hadirin yang sebagian besar peserta dan ofisial festival turut bersenandung tapi kemudian Presiden seketika menghentikan nyanyiannya.

Ia mengaku suaranya tidak pernah bisa konsisten. "Seterusnya suara bapak ibu lebih bagus dan lebih pinter," kata Mantan Gubernur DKI Jakarta.

Presiden Jokowi mengaku teringat lagu qasidah pada era 1970-1980an berjudul Merdeka Membangun yang dibawakan grup Nasidaria.

"Saya masih remaja tapi sering dengar karena Bapak saya punya kasetnya. Tapi saya minta, jangan minta saya untuk menyanyi. Suara saya karena suara saya kadang baik kadang enggak baik," katanya Dari Nasidaria kata Presiden saat ini mulai bermunculan grup-grup gambus salah satunya Sabyan Gambus yang dimotori anak-anak muda termasuk Nisa Sabyan dengan gaya milenial dan fenomenal.

"Saya lihat kemarin di Youtube yang dilihat videonya hampir 174 juta, sudah hampir sebanyak jumlah penduduk Indonesia. Dan lagunya Din as Salam. Bener?" tanya Presiden dan dijawab serempak benar oleh hadirin.

Presiden Jokowi kemudian mengatakan perkembangan qasidah menandakan bahwa sholawat dan khasanah Islam dapat berpadu dengan semangat zaman.

"Dan menjadi semakin menarik dan semakin indah. Semakin menjangkau lebih banyak orang dan lintas negara dengan menggunakan teknologi terbaru. Sekarang ada youtube, mungkin 10 tahun lagi ada cara yang baru," katanya.

Pada kesempatan itu, seorang anak bernama Fahriza dari Provinsi Sumatera Utara menyanyikan lagu gambus dan mendapatkan hadiah sepeda dari Presiden Joko Widodo. Ia juga berkesempatan untuk berfoto dan bersalaman dengan Presiden usai menyanyikan lagu gambus. (ant)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!