Sekilas Info

MASALAH PERHUBUNGAN

KM Tanjung Kabat Tak Operasi, Harga Sembako di Buru Selatan Naik

satumaluku.id- Akibat KM Tanjung Kabat sekitar sebulan tidak beroperasi, menyebabkan kebutuhan sembako di Kecamatan Ambalau berkurang dan harga naik, menimbulkan kecemasan dan keresahan di tengah masyarakat.

Kecemasan dan keresahan dari masyarakat Buru Selatan (Bursel) ini disampaikan sejumlah Fraksi di DPRD Bursel pada paripurna dua agenda yakni penandatanganan KUA PPAS Tahun Anggaran 2019 dan Penyampaian Nota Keuangan APBD, berlangsung di ruang Paripurna DPRD setempat, pekan kemarin.

Juru bicara Fraksi PDI-P, Madoli Umasangadji didampingi rekan fraksinya Lany Seleky mengatakan frakai menyampaikan catatan kritis dari fraksinya terkait persoalan tidak beroperasinya KM Tanjung Kabat kurang lebih sebulan ini.

"Ini kaitannya dengan media sosial yang viral beberapa hari yang saya ikuti. Yang disoroti anggota DPRD sebagai fungsi pengawasan, kaitannya dengan operasional Ferry Tanjung Kabat," ujar Madoli.

Kader PDIP ini meminta perhatian dari pemerintah daerah yang diwakili Wakil Bupati Ayub Seleky dan sejumlah pimpinan OPD Pemkab Bursel serta dari seluruh anggota DPRD sebagai fungsi pengawasan.

"Karena yang dikejar di media sosial itu adalah, peranan dan fungsi pengawasan dari lembaga legislatif," sebut Madoli.

Lewat lembaga DPRD lanjut Madoly meminta semua Direksi Bipolo Gidin dapat dihadirkan dalam proses pembahasan Anggaran 2019 ini. "Karena kita telah menganggarkan untuk operasional ferry tersebut," ujar Madoly.

Fraksi Partai Demokrat juga sama menyampaikan menyampaikan catatan kritis politik mereka terhadao permasalahan kapal ferry Tanjung Kabat yang tidak beroperasi selama sebulan ini.

Dikatakan, dengan tidak beroperasinya Ferry KM Tanjung Kabat sangat membuat kecemasan dan meresahkan warga masyarakat di Buru Selatan ini. Terutama di kecamatan Ambalau.

"Harga sembako di kecamatan Ambalau saat ini cukup mahal, dengan tidak beroperasinya kapal Tanjung Kabat," ujar fraksi ini.

Terhadap persoalan ini, Kepala Dinas Perhubungan Sukri Muhammad dikonfirmasi saat hadiri paripurna, mengaku bahwa hingga kini dirinya belum mendapat laporan namun mengakui bahwa persoalan ini diikutinya.

"Tanjung Kabat sekarang dok. Saya dijanjikan akhir bulan ini, 28 Nopember ini sudah keluar dan langsung melayani sampai ke Ambalau, sisa dua trrip saja," jelasnya. (BS -01)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!