Sekilas Info

Kemenag Maluku Masih Tunggu Juknis Kartu Nikah

satumaluku.id- Meskipun kartu nikah sudah diluncurkan sebagai pengganti buku nikah oleh Menteri Agama (Menag) RI Lukman Hakim Saifudin pada 8 November di Jakarta, namun khusus di Maluku masih menunggu petunjuk teknis (juknis) tentang tata cara peluncuran kartu nikah di provinsi.

"Kita masih menunggu juknis dan pelaksanaan penerbitan kartu nikah dari pusat," ujar Kakanwil Kemenag Maluku Fesal Musaad pada wartawan usai menghadiri perayan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kanwil Kemenag Maluku, Jumat.

Menurutnya, dengan kebijakan diluncurkan kartu nikah dengan sendirinya sangat menguntungkan masyarakat khususnya yang sudah menikah, sehingga ini merupakan hal yang efektif dan efisien dalam penggunaan kartu nikah dan tidak lagi perlu membawa buku nikah.

Dimana peluncuran kartu nikah sejalan dengan peluncuran Sistem Informasi Manajemen Nikah Berbasis Website (Simkah Web).

Dijelaskan, bahwa keberadaan kartu nikah ini, tidak serta merta sebagai pengganti buku nkkah, tetapi hanya sebagai pelengkap tanpa harus menghilangkan buku nikah.

“Ini dapar lebih memudahkan seseorang dalam berintekrasi, contohnya jika saya berpergian denga istri saya dan menginap di hotel Syariah dan itu pasti mereka tanya buku nikah, jika tidak ada pasti ditolak, sehingga dengan adanya kartu nikah akan lebih, efektif sehingga tidak lagi perlu membawa buku nikah tetapi cukup dengam kartu nikah," jelasnya

Dia menuturkan, data yang ada dalam kartu nikah dapat diakses pada aplikasi Simkah Web. Aplikasi ini dirancang untuk mempermudah pengelolaan administrasi nikah dan rujuk pada Kantor Urusan Agama (KUA) dengan dukungan validitas data yang terintegrasi dengan data Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil).

Untuk kartu nikah, ia mengatakan kartu tersebut berisi data tentang informasi pernikahan yang bersangkutan seperti nama, nomor akta nikah, nomor perforasi buku nikah, tempat dan tanggal nikah.

Lebih jauh dijelaskan, nantinya buku Nikah dan Kartu Nikah yang akan diberikan kepada pasangan nikah diberi kode QR yang dapat dibaca dengan menggunakan barcode/QR scanner yang tersambung dengan aplikasi simkah. Sehingga mengatasi maraknya pemalsuan buku nikah.

"Dengan membawa Kartu Nikah, masyarakat akan dimudahkan dalam mengakses layanan KUA di seluruh Indonesia, seperti layanan legalisasi dokumen surat keterangan lainnya yang diperlukan," ujarnya. (SM-10)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!