Sekilas Info

Berangkat ke Palestina Pakai APBD; Walikota Ambon: Mau Bubara Tidak Mungkin Umpan Pakai Gete Gete  

Walikota Ambon Richard Louhenapessy

satumalukuID– Setelah Sekretaris Kota Ambon diam, giliran Walikota Ambon Richard Louhenapessy merahasiakan rencana besaran anggaran keberangkatan rombongan Pemerintah Kota (Pemkot) dan DPRD Kota Ambon ke Palestina yang menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

Di sisi lain, sebagai badan pengawas dan anggaran, DPRD Kota Ambon tidak berbuat apapun untuk mengkritisi kebijakan ke luar negeri Pemkot yang di tahun 2018 ini saja sudah sekitar lima kali yakni ke Belanda dua kali, Amerika Serikat, Jepang dan Australia serta nantinya yang keenam kali tujuan Palestina.

Keberangkatan Pemkot dengan para wakil rakyat DPRD Kota Ambon ini tinggal menghitung hari, namun yang menjadi tanda tanya berapa besar dana lagi yang digunakan untuk biaya perjalanan ke luar negeri yang selalu pakai dana APBD. ke publik,

Kepada wartawan Kamis (22/11/2018) di Kantor DPRD Kota Ambon, Walikota Richard Louhenapessy, menuturkan, anggaran yang dipakai dalam keberangkatan ke Palestina ini lewat dana APBD.

“Untuk jumlah anggaran saya tidak tahu lah. Yang pasti untuk tiket pulang pergi, hotel dan uang saku, itu pasti. Yang berangkat ke Palestina yakni seluruh ketua fraksi di DPRD Kota Ambon sedangkan untuk Pemkot yang terkait seperti Walikota, Sekot, Dispenda, kemudian Sekwan dan juga Pajak Pemerintahan,” akuinya.

Saat disinggung terkait dengan keberangkatan ini hanya untuk memboros anggaran atau uang rakyat, Walikota  menyampaikan salah satu filosofi nelayan di Maluku. “Kalau mau dapat bubara, tidak mungkin dengan gete gete.”

(baca juga :  Pejabat DPRD Ambon Mau ke Palestina, Soselisa: Cuma- Hambur Uang Rakyat)

Ia menjelaskan, soal keberangkatan ini, karena pernah ada kunjungan dari anggota parlemen Palestina ke Ambon dalam melihat salah satu kegiatan Internasional yakni kegiatan gereja di Ambon. Anggota parlemen Palestina yang datang itu juga merupakan mantan Walikota Betlehem.

“Setelah beliau melihat dan mendalami Kota Ambon, ternyata Ambon memiliki tipikal dan ciri yang hampir sama dengan di Palestina. Apa kesamaanya yaitu toleransi itu yang sangat istimewa dan sangat luar biasa di Kota Ambon,” katanya.

Dengan melihat kondisi ini di Ambon, lalu beliau pulang dan menyampaikan kepada pemerintahannya. Dan ternyata Menteri Pariwisata mengundang Pemkot bersama parlemen kota, untuk bikin kunjungan kehormatan ke sana.

“Kita ke sana akan bertemu langsung dengan sejumlah menteri di Palestina, membicarakan dengan spesifikasi kita adalah kota damai dengan ikon nya itu adalah toleransi.

Di Palestina itu kan 72 persen komunitas muslim dan 28 persen itu komunitas kristen. Tetapi dalam konstitusinya atau UUD nya, disebutkan sejak dari Yaser Arafat itu sembilan Walikota disitu Kristen dan sampai sekarang tidak ada masalah walupun dia menjadi Walikota di tengah mayoritas umat Muslim,” ujar Walikota.

Inilah sikap toleransi yang luar biasa . Setelah itu, ketika beliau datang ke Ambon dan melihat ada kesamaan atau hampir sama.

‘Dengan ini kita yakin akan menjadi contoh bagi dunia. Ini juga sejalan dengan Pemerintah Provinsi Maluku yang mempunyai konsep, menjadikan Maluku sebagai Laboratorium Kerukunan Antar Umat Beragama. Nah ini kan implementasinya,” pungkasnya. (SM-10)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!