Sekilas Info

PDPT Diblokir, Mahasiswa Poltek Negeri Ambon Demo

Aksi demo mahasiswa Politeknik Negeri Ambon, Kamis (22/11/2018). Foto Istimewa

satumalukuID- Puluhan mahasiswa Politeknik Negeri Ambon melakukan aksi demo atau unjuk rasa, mendesak pihak lembaga agar segera menyelesaikan Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT) yang diblokir oleh Kemenristek Dikti sejak tahun 2015.

Dalam aksi tersebut, puluhan mahasiswa dengan mengenakan seragam almamater berwarna biru itu juga membakar ban bekas di depan kampus yang berada di kawasan Wailela, Negeri Rumah Tiga, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Kamis (22/11/2018).

“Kami sudah cukup resah dengan bukti-bukti bahwa semua data yang mereka desakan kepada kami untuk segera mengisinya. Ternyata hasilnya nihil dalam forlap Dikti,” teriak Sany Tuhulele, Koordinator Aksi dalam orasinya.

Menurutnya, persoalan pengurusan data base untuk dimasukan dalam PDPT, bukanlah masalah sepele. Sehingga dia pesimis langkah yang diambil pihak lembaga dapat segera diselesaikan.

“Berbicara soal data bukanlah hal yang sepele. Perlu diketahui pengurusan data ribuan mahasiswa Poltek perlu waktu sekitar dua tahun. Lantas apakah angkatan yang seharusnya lulus 2018 akan diwisuda,” tanya Sany.

Dengan lambannya pengurusan data tersebut, tambah Sany, maka mahasiswa Politeknik yang seharusnya wisuda tahun 2018, akan diundur hingga tahun 2020 mendatang.

“Lalu bagaimanakah nasib kita saudara. Apakah kita akan tinggal diam dengan kinerja yang demikian. Kita sudah terlalu tidur dengan masalah yang seharusnya dari 2015 diselesaikan. Bayangkan angkatan 2015 sampai angkatan sekarang tidak ada satu pun data yang terdaftar di pusat. Lantas untuk apa kita setiap hari kuliah kalau hasilnya kita mendapatkan ijasah yang tidak bisa dipakai di manapun,” jelasnya.

Sany Tuhulele dalam orasinya juga menyampaikan beberapa tuntutan, diantaranya meminta pihak kampus untuk menjelaskan secara transparan mengenai pengelolaan dana SPM sebesar Rp 190 juta. Selain itu, dia juga meminta pihak kampus agar menjelaskan nasib alumni kurang lebih 2.000 orang, yang sejak tahun 2015 hingga 2018 belum terdata dalam PDPT Kemenristek Dikti.

"Kami meminta Direktur Polikteknik Negeri Ambon untuk menyelesaikan kasus mahasiswa yang belum terdafar di PDPT. Pihak Politeknik harus menyelesaikan mahasiswa yang mempunyai NIM ganda," desak Saniy.

Sementara itu, Direktur Politeknik Negeri Ambon Ir Dedi Mairuhu kepada wartawan mengaku, pihaknya saat ini sedang melengkapi database mahasiswa untuk dimasukan dalam PDPT.

“Nanti operatornya mengambil langkah-langkah yang lebih konkrit lagi dan lebih dipercepat. Karena data data itu harus dilaporkan ke korlap. Nanti lebih jelasnya akan disampaikan oleh Wadir I Poltek,” kata Mairuhu di aula Politeknik, kemarin.

Terkait dengan KTM, lanjutnya, pihaknya akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak yang berwenang. Sedangkan untuk ijasah palsu, Dia mengaku akan menelusurinya.

“Terkait dengan ijasah palsu, kita akan telusuri secara mendalam. Ijasah palsu itu yang bagaimana. Kalau memang itu benar terjadi, maka itu yang akan kita telusuri".

Wakil Direktur I Politeknik Negeri Ambon Julius Buyang mengaku, pihaknya kini sedang menyelesaikan PDPT. Kendalanya adalah sejumlah mahasiswa belum memasukan data yang diminta.

“Seperti kartu keluarga dan lain sebagainya. Karena jika hanya terdapat 20 orang yang belum lengkap saja, maka tidak akan bisa didaftarkan di PDPT,” jelasnya.

Julius memberikan apresiasi terhadap aksi yang dilakukan mahasiswa. “Kita sama-sama introspeksi. Aksi ini juga agar kedepan, kita bekerja dengan baik,” tandasnya. (MG-01).

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!