Sekilas Info

Diduga Sebar Hoaks, Ketua DPRD Seram Barat Perkarakan Akun FB Rully Said Sosal

satumalukuID- Ketua DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Julius Rotasouw melaporkan akun media sosial Facebook bernama Rully Said Sosal (RSS) ke Polda Maluku. Karena diduga menyebarkan hoaks untuk mencemarkan nama baiknya.

Julius Rotasouw mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Maluku didampingi penasihat hukumnya, Ronald Salawane dan Alfred Tutupary. Selasa (20/11/2018).

Dia memaparkan, dalam akun facebook RSS disebutkan ketua DPRD bersama sejumlah aktivis Kabupaten SBB di Kota Ambon bersama-sama ke kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta mendesak turun ke SBB untuk memenjarakan Bupati Hasyim Payapo.

Julius mengaku kaget ketika membaca postingan di akun RSS. Postingan itu juga dikirim ke grup WhatsApp Saka Mese Nusa, Minggu (18/11/2018) sekitar pukul 20.00 WIT. Julius merasa sangat dirugikan secara pribadi karena dituding ikut melakukan aksi demo di KPK mendesak Bupati SBB dipenjarakan.

“Saya tidak pernah tahu aksi-aksi dimaksud sehingga hari ini datang ke Polda Maluku untuk melaporkannya. Saya ingin persoalan ini bisa diselesaikan secara hukum dan yang bersangkutan diberi sanksi. Media sosial jangan digunakan untuk menghina atau menyebar hoaks, tetapi dipakai untuk hal-hal positif,” paparnya.

Julius yang juga calon legislatif (caleg) 2019-2024 dari Partai Hanura menduga, hoaks itu sengaja disebarkan untuk membenturkannya sebagai ketua DPRD dengan bupati SBB. Dia pun berharap bupati SBB tidak terburu-buru percaya dengan hoaks itu. Selama ini hubungan antara lembaga legislatif dengan eksekutif di Kabupaten SBB maupun hubungan secara pribadi juga berjalan baik.

“Semoga Bupati SBB juga memiliki pemikiran yang baik dalam menanggapi berita ini dan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan yang negatif terhadap saya. Saya yakin beliau bisa berpikiran baik dan tidak menyudutkan saya sebagai pihak yang bersama aktivis melakukan demonstrasi di Jakarta,” papar Julius.

Penasihat hukum pelapor, Ronald Salawane mengatakan, kehadiran mereka di SPKT Polda Maluku dilayani Brigpol Soni A dan perkara yang dilaporkan bernomor TBL/566/XI/2018/­­MALUKU/SPKT.

“Yang dilaporkan adalah dugaan tindak pidana pencemaran nama baik melalui media elektronik sebagaimana dimuat dalam Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008,” katanya. (MG-01)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!