Sekilas Info

46 Kontestan Uji Kebolehan di Festival Bintang Vokalis Gambus

satumaluku.id- Sedikitnya 46 kontestan dari berbagai perwakilan kabupaten/kota menguji kebolehan di festival bintang vokalis gambus tingkat Provinsi Maluku. Festival yang dibuka Gubernur Maluku Ir Said Assagaff di gedung Islamic Center Waihaong, Jumat (16/11) mengusung tema 'Festival Seni Qasidah Memperkokoh Rasa Kebangsaan dan Persaudaraan Sejati di Maluku ini dilaksanakan oleh DPW Lembaga Seni Qasidah Indonesia (Lasqi) Provinsi Maluku.

Ketua Panitia Dr Syarifudin dalam laporan singkatnya menjelaskan, tujuan dari dilaksanakan festival untuk memilih peserta terbaik dalam ajang festival seni qasida tingkat nasional di Jakarta tahun 2018.

Kategori yang dilombakan dalam festival tahun ini meliputi, bintang vokalis tingkat anak-anak putra/putri yang diikuti 15 peserta,, remaja putri/putri 16 orang dan dewasa putra/putri sebanyak 15 dengan total seluruhnya berjumlah 46 peserta.

Mengawali pembukaan Gubernur dalam sambutannya mengatakan, kegiatan festival ini untuk mencari bakat-bakat seni dalam melantunkan lagu-lagu Islam di ajang tingkat nasional. Dimana festival bintang vokalis ini juga meru­pakan kegiatan yang perlu dilaksanakan oleh setiap Lasqi, baik di tingkat kecamatan, kabupaten/kota hingga provinsi bahkan sampai tingkat nasional.
“Ini merupakan tahapan kita untuk mencari para vokalis menuju even nasional 2019 nanti di Jakarta," ujarnya.

Bahkan, kata Assagaff, festival tersebut juga merupakan salah satu media dakwah Islam lewat lantunan seni qasidah lagu-lagu bernuansa islamiyah.

"Lewat momen ini juga dapat merangsang generasi mudah anak bangsa, kejalan yang lebih baik, sehingga kita perlu memberi aprisiasi atas gagasan yang dilaksanakam pengurus DPW Lasqi Maluku," ungkapnya.

Sebelumnya Kakanwil Kemenag Maluku Fesal Musaad dalam penjelasan singkatnya menandaskan, tanpa musik dunia ini terasa hampa dan sepi, karena musik dapat mampu mencairkan suasana hati dan pikiran.

Oleh sebab itu diharapkan, agar dapat menjadikan musik gambus sebagai media pemersatu umat, karena sejatinya musik mengajarkan tentang hakikat.

Maka dari itu musik gambus yang memperdengungkan irama relegi agar wajib dijaga dan dipelihara serta wajib dikembangkan dan terus dihidupkan sepanjang zaman.

"Kita semua berharap agar kegiatan ini membawa manfaat, membaw keberkahan sekaligus kemasalahatan bagi pembangunan bangsa dan negara, khususnya provinsi Maluku," harap Musaad. (SM-10)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!