Sekilas Info

Soal Penumpang KM Dobonsolo, Pelni Ambon: Bukan Murni Kecelakaan

satumaluku.id- PT Pelni Cabang Ambon memberi klarifikasi tentang insiden kecelakaan yang mengakibatkan korban jiwa La Tara (41) penumpang yang terjatuh dari KM Dobonsolo yang berangkat dari pelabuhan Yos Sudarso Ambon menuju pelabuhan Bau Bau Sulawesi Tenggara pada September lalu.

"Kami bukannya tak acuh, tapi setelah kami menerima berita acara dari KM Dobonsolo dan melihat isinya, ternyata korban yang jatuh bukan murni kecelakaan tetapi ada unsur kesengajaan, lantaran dari keterangannya diinfokan korban sedang mengalami ganguan jiwa, sehingga dengan alasan itu, kami tidak bisa buat apa-apa, karena semua diatur dalam undang-undang pemberian santunan," jelas Manager operasi Pelni Ambom Djasman pada wartawan di Ambon, Selasa (13/11/2018) sekaligus mengklarifikasi pemberitaan media.

Dikatakan, pernyataan korban sedang mengalami gangguan jiwa, itu disampaikan langsung La Unggi selaku ipar korban yang saat itu mendampingi korban La Tara untuk kembali pulang.

Penjelasan La Ungi kepada pihak kapal setelah dilakukan interogasi atau dimintai keterangan usai terjadinya insiden korban melompat dari atas kapal.

Bukan hanya mengalami ganguan jiwa, pihak keluarga korban juga mengaku, kalau korban bukan terjatuh tetapi sengaja melompat dari atas kapal setelah lama berdiri melamun disamping dinding kapal.

"Bahwa yang menyatakan korban melompat adalah adik dari istrinya korban La Tara yang sedang mengalami ganguan jiwa dan peristiwa ini bukan hal yang pertama terjadi diatas kapal," jelasnya.

Djasman mengakui kalau korban La Tara merupakan penumpang yang terdaftat sebagai penumpang KM Dobonsolo tujuan Ambon - Bau Bau yang disertai dengan tiket. Namun sesuai isi berita acara yang ditandatangani oleh La Ungi selaku pihak keluarga korban, maka proses santunan tidak bisa dilakukan.

Hal itu mengingat Peraturan Pemerintah (PP) nomor 17 tahun 1965, pasal 13 huruf B menjelaskan korban kecelakaan yang tidak maauk dalam menerima asuransi santunan Jasa Raharja adalah perbuatam korban yang sengaja bunuh diri atau sesuatu kesengajaan lain pada pihak korban atau ahli warisnya sendiri, sehingga insiden yang melibatkan korban La Tara tidak termasuk dalam kategori yang menerima santunan asuransi jiwa dari Jasa Raharja.

"Memang setiap penumpang kami. Itu di asuransikan sehingga semuanya bisa untuk mendapatkan asuransi, tetapi dengan catatan hal-hal yang mana yang bisa mendapatkan asuransi yang bukan ada unsur kesengajaan itu pasti mendapatkan haknya," ujarnya. (SM-­10).

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!