Sekilas Info

Suami Penyanyi Mitha Talahatu Dikeroyok dan Ditikam di Taman Mini

Mitha Talahatu bersama suami dan anak

satumaluku.id- Anggota Satuan Brimob Polda Maluku, Brigpol Stevanus Tentua, mengalami luka akibat pengeroyokan dan penikaman di Gedung Sasono Langen Budoyo Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Kecamatan Cipayung Jakarta Timur (Jaktim), sekitar pukul 20.40 WIB Sabtu (10/11/2018).

Suami dari penyanyi lagu-lagu Ambon yang sedang terkenal Mitha Talahatu ini, mengalami kejadian tersebut saat sedang menghadiri kegiatan seni budaya, festival makan sekaligus konser musik yang digelar oleh Persatuan Produser dan Penyanyi Indonesia Timur (Pro Intim) di lokasi Taman Mini.

Informasi yang berhasil dihimpun dari Polda Maluku menyebutkan insiden ini berawal ketika istrinya Mitha Talahatu hendak naik ke atas panggung untuk menyanyi, tiba-tiba ada seseorang yang tak dikenal memeluknya dengan paksa dan hendak melakukan selfie.

Aksi dimaksud ditolak Mitha Talahatu yang tetap naik ke panggung untuk membawakan lagu yang sudah dipersiapkannya.

Usai manggung, Mitha turun ke belakang panggung dan ditanyai Tentua sebagai suaminya tentang insiden sebelum dirinya manggung itu.

Usai mendengar penjelasan istrinya, Tentua kemudian bergegas mencari tahu soal identitas orang yang hendak melakukan selfie tadi.

Sayangnya, saat bertemu dengan pelaku dan sedang terjadi dialog, salah satu rekan pelaku pun berteriak seolah memberi perintah untuk memukuli Tentua.

Dalam sekejab, sesuai keterangan Tentua, dirinya pun mengalami pengeroyokan dengn menggunakan kepalan tangan ke arah kepala dan badannya.

Belum sampai di situ, tubuh Tentua juga mengalami luka tikam sebanyak 3 kali di area perut dan pinggang.

Sontak saja rekan Tentua bergegas mengamankan dan membawanya ke Rumah sakit Polri Keramat Jati.

Dari hasil visum dokter, Tentua tidak mengalami luka serius.

Meski demikian, Tentua tetap diberikan suntikan tetanus guna mencegah adanya racun dari pisau yang digunakan oleh OTK.

Insiden ini juga dibenarkan saksi di lokasi kejadian, Merry Gaspersz (47), Yenan (54) dan Firman Irianto (25), saat memberikan keterangan di piket Polsek Cipatung.

Selain menderita akibat pengeroyokan dan penikaman, Tentua juga kehilangan dompet berisikan uang tunai Rp 4 juta, KTP, KTA Polri, kartu ATM dan kalung emas seberat 20 gram.

Saat insiden berlangsung, salah satu anggota Brimob Residen, Edo Wattimury berada di lokasi kejadian dan sementara melakukan pengamanan penutupan acara dimaksud dengan berseragam sipil.

Kuat dugaan, Wattimury juga mengetahui pelaku dalam insiden dimaksud.

Pihak Tentua sendiri, diketahui berencana memanggil Ketua Umum Pro Intim, Hendry Noya.

Pasalnya, pelaksanaan kegiatan dimaksud tidak dilengkapi dengan ijin keramaian dari pihak kepolisian.

Informasi yang berhasil dihimpun Intel Brimobda Polda Maluku di lokasi kejadian menyebutkan bahwa sebelum kegiatan konser musik dimulai, ada sejumlah orang yang berkelompok sedang melakukan pesta miras.

Sayangnya, kegiatan mereka tidak dilerai panitia penyelenggara acara dimaksud.

Disebutkan, tidak tertutup kemungkinan bahwa kelompok oknum yang diduga melakukan pemukulan dan penikaman dengan mengatasnamakan kelompok Ambon Bekasi di bawah pimpinan Poly Riry.

Pasalnya, kelompok ini paling disegani masyarakat sekitar, apalagi Riry sendiri juga merupakan mantan napi yang baru keluar dari lapas sejak 10 bulan lalu.

Menerima informasi tersebut insiden dimaksud, Kanit Opsnal Intelmob Sat.Brimobda Maluku, Ipda A. Wakanubun, didampingi Ba.Opsnal Intelmob, Brigpol Wolter, pun mengunjungi Tentua di Hotel Grand Kasira, Cipete, Jakarta Selatan (Jaksel), Sabtu (10/11), sekitar pukul 12.00 WIB. (MG-01)

Penulis:

Baca Juga