Sekilas Info

Banggar DPRD Ambon Pending Usulan Penambahan Dua RKB SMPN 2

satumaluku.id - Dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Ambon telah menyatakan kesepakatan bersama untuk mempending usulan anggaran penambahan dua Ruang Kelas Baru (RKB) SMP Negeri 2 Ambon.

Alasan dipendingnya usulan anggaran penambahan dua RKB seperti yang disampaikan anggota Komisi II DPRD Kota Ambon Saidna Azhar Bin Tahir, Senin (12/11), kalau ada usulan penambahan dua RKB SMPN 2 Ambon dengan nilai sebesar Rp 700 juta lebih.

“Memang ini masih dalam tahap pembahasan Kebijakan Umum Anggaran(KUA), nah dalam pembahasan KUA dan nanti kita liat Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) itu ada beberapa pandangan untuk angaran itu, kita pending dulu, lantaran ada informasi yang beredar terkait dengan indikasi penyalahgunaan anggaran di SMPN 2 terkait dana DAK dari Kementerian Pendidikan sebesar Rp 3.263.795.000 miliar,” jelasnya.

Menurutnya, dalam pendalam usulan anggarannya tim Banggar belum bisa mendalaminya, namun nanti itu baru bisa dibahas setelah ada pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) di Komisi, sehingga secara detail ada penjelasan tentang anggaran yang ada di SMPN 2 Ambon untuk pengembangan.

“Karena kalau yang ada di Banggar kemarin, kan kita hanya fokus pada penentuan pagu anggaran saja,” jelasnya lagi.

Namun terkait dengan teknis pendalaman anggaran bantuan Kementerian Pendidikan sebesar Rp 3 miliar lebih lanjut Saidna, pihaknya melalui Komisi II akan dibahas lewat pembahasan RKA.

Terkait dengan usulan penambahan RKB SMPN 2 Ambon kata ketua Komisi II DPRD Kota Ambon Joni Mainake mengatakan, bahwa perlu adanya pendalaman yang serius Banggar terhadap usulan penambahan RKB.

Malah yang lebih ditakutkan, jangan sampai katakanlah isu tentang bantuan Kementerian Pendidikan sebesar Rp 3 milar lebih lalu tejadi pengurangan dari 18 RKB menjadi 6 RKB.

"Jadi penyebabnya seperti sekarang mungkin akibat material yang naik harga, sehingga dibijaki dengan mengurangi volume kegiatan lantaran harga barang yang naik cukup besar, sehingga perlu ada pemanggilan pihak sekolah,” paparnya. (*).

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!