Sekilas Info

Geliat Ambon Menuju Kota Musik Dunia

PUKAU WARGA KOTA AMBON

"Sejak dicanangkan pada tahun 2016 lalu, Kota Ambon, saat ini sedang berjuang memperoleh pengakuan sebagai Kota Musik Dunia pada tahun 2019, dari United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), atau badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bergerak di bidang Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan."

satumaluku.id- Wajah Walikota Ambon Richard Louhenapessy, nampak penuh senyum, ketika berkelakar di hadapan sekira 1.000 lebih peserta konferensi bertema From Home to City, pada kegiatan nasional gathering My Home Indonesia 2018, di The Natsepa Resort and Conference, awal September 2018 lalu.

"Orang Ambon itu DNA-nya musik. Bayi di mana-mana, baru lahir kalau ditepuk, pasti hanya menangis. Tapi bayi yang lahir di Ambon, apabila ditepuk, maka dia langsung menyanyi," tutur Richard disambut gelak tawa dan gemuruh tepuk tangan.

Jika berbincang tentang Ambon sebagai Kota Musik, walikota yang menjabat untuk periode kedua, 2017-2022 ini, selalu penuh semangat. Sejak dirinya menjabat periode pertama Walikota Ambon, tahun 2011 - 2016, Richard merasa sudah saatnya potensi bermusik di Kota Ambon, lebih ditampilkan ke permukaan.

Musik dan Kota Ambon, disebutnya tidak dapat dilepaspisahkan. Musik seakan-akan telah menjadi nadi pergerakan dari sebuah kota yang dikenal dengan julukan Ambon Manise karena intuisi bermusik yang secara lahiriah sudah melekat didalam nadi dan darah orang Ambon. Maka munculah ungkapan-ungkapan "orang Ambon dari dalam perut sudah dapat bernyanyi atau bersenandung', atau seperti yang selalu diklaim Richard, 'Orang Ambon memiliki DNA (Dioxyribo Nuclead Acid) Bermusik'.

Potensi yang ada pada kota ini, seperti dinyatakan Richard, terlihat dengan maraknya pertumbuhan industri musik berskala lokal dalam bentuk industri rekaman maupun Live Music, hingga menghasilkan berbagai prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional.

"Melihat potensi tersebut, maka Pemerintah Kota Ambon pada tahun 2011 melalui Amboina Jazz Plus Festival (AJPF), telah mencanangkan Ambon sebagai Kota Musik," ungkapnya.

Pencanangan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Bekraf RI) bersama-sama Pemerintah Kota Ambon dan Pemerintah Provinsi Maluku, dimana Kepala Bekraf RI Triawan Munaf lantas mencanangkan Ambon Menuju Kota Musik Dunia versi UNESCO, pada tanggl 29 Oktober 2016, bertempat di Lapangan Merdeka Ambon, sekaligus ditetapkan tanggal 29 Oktober sebagai Hari Musik Kota Ambon.

Senada dengan Walikota Ambon, Direktur Ambon Music Office Ronny Loppies menegaskan, tidak berlebihan jika orang Ambon disebut DNA-nya bermusik.

Dosen Fakultas Pertanian Universitas Pattimura Ambon yang juga dikenal sebagai musisi handal di Maluku ini, klaim tersebut dikaitkan dengan DNA, yang merupakan jaringan pembawa genetik pada sebuah sel makhluk hidup.

Hal ini, disebut Ronny, dapat dibuktikan dengan kemampuan: 1) membunyikan harmony by feeling. Tidak dapat ditemukan di belahan dunia manapun harmoni dapat dilakukan secara otomatis; 2) pendengaran mutlak terhadap pitch control atau terhadap frekuensi tertentu; 3) Timbre (warna vocal) yang beragam.

"Musik bukan saja bagian dari seni tetapi musik telah menjadi budaya orang Ambon (representase orang Maluku)," tandasnya.

Sebagai contoh, kata Ronny, muncullah sejumlah besar penyanyi asal Kota Ambon atau Maluku yang telah mengharumkan nama Indonesia di ajang lomba nasional maupun internasional dan merajai pasar musik pada kurun waktu tertentu, dengan timbre yang berbeda-beda satu sama lainnya. Dengan demikian maka musik telah menjadi barometer musik di Indonesia.

Saat ini Musik menjadi idiom dan wahana menciptakan kebersamaan lintas agama dengan kekuatannya yang universal dalam menembus sekat-sekat perbedaan. Musik menjadi alat perdamaian yang sementara dijadikan "added value" dan karakteristik kota Ambon, untuk disandingkan dengan kota-kota musik dunia lainnya.

"Aksentuasi musik Ambon sangat dipengaruhi oleh berbagai musik luar yang hidup pada saat jaman penjajahan. Akulturasi musik barat sangat mempengaruhi komposisi Musik Ambon, manusia Ambon Ambon memiliki karakter yang cepat welcome terhadap pendatang atau tamu termasuk juga musik," paparnya.

Dalam rangka menciptakan Ambon menjadi Kota Musik Dunia, Ronny menuturkan, salah satu karakter yang ditonjolkan selain akulturasi musik tapi juga musik etnik yang hidup dan berkembang di Kota Ambon seperti Suling, Tifa, Totobuang, Tahuri, Pong-pong.

Menyinggung kesiapan Ambon menyongsong pengakuan UNESCO, Ronny menyebutkan, dibutuhkan sebuah kantor yang independen dengan keanggotaan yang professional di bidang musik dan bidang lainnya yang berkaitan.  Dari situlah dibentuk Ambon Music Office (AMO). Secara struktural AMO bertanggung jawab kepada Pemerintah Kota Ambon sebagai pemberi mandat dengan bantuan serta fasilitasi dari Bekraf RI sebagai technical advisors.

AMO sendiri disebut Pierre Ajawaila, salah satu anggota Dewan Penasehat AMO, terbentuk sebagai representase dari Pemerintah Kota Ambon untuk mengurus segala sesuatu menyangkut kesiapan Kota Ambon menuju Kota Musik Dunia pada tahun 2019. AMO dalam melaksanakan tugasnya difasilitasi oleh Bekraf RI dan Pemerintah Kota Ambon.

"Cikal bakal AMO dimulai dari Tim Perencanaan Pembangunan Ambon Menuju Kota Musik Dunia dari tahun 2016 - 2017 dan kemudian pada tahun 2017 ditingkatkan statusnya menjadi sebuah kantor," ungkapnya.

Tugas AMO yang utama, menurut Pierre, adalah menyusun strategi dan implementasi dari sebuah kota musik menuju kota musik dunia dengan berpegang pada 25 langkah-langkah strategis. Struktur keanggotan AMO terdiri dari Dewan Penasihat, Direktur, Manajer dan Tenaga Administrasi.

Ronny katakan, salah satunya adalah dengan upaya pengisian application form dari UNESCO dengan melibatkan semua komponen penta-helix seperti pemerintah (Disparbud Ambon dan Bappeda Litbang Kota Ambon), akademisi (Unpatti, IAIN, UKIM dan IAKN), para profesional (Musisi, pemilik vendor, pemilik cafe, pemilik restoran, pemilik hotel) dan komunitas (sanggar dan komunitas musik) dan ditambahkan dengan media berupa media cetak dan media elektronik (pentahelix).

Secara kontinyu dilakukan, pertukaran informasi melalui focus group discussion (FGD), workshop, seminar dan diskusi-diskusi di tingkat lokal dan nasional. FGD-FGD yang selama ini dilaksanakan difasilitasi oleh Bekraf RI dengan berbagai stakeholders kunci seperti Kementerian Luar Negeri, Bandung Creative City Forum (BCCF), International Creative Cities Network (ICCN) dan Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU), Pusat Arsip Nasional, Perpustakaan Nasional, Museum Musik Indonesia (MMI Malang) dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Ambon (Disparbud) serta Ambon Music Office (AMO).

"Strategi dan implementasi dikerjakan oleh AMO sebagai kantor yang diberi tugas oleh Pemerintah Kota Ambo0n untuk menyusun strategi dan implementasi Ambon menjadi kota musik dunia," terangnya.

Termasuk melaksanakan program-program dan kegiatan-kegiatan musical yang bertaraf internasional seperti Amboina International Music Festival dan Amboina International Music Festival serta Amboina International Bamboo Music dengan dukungan dari Kemendikbud lewat platform Indonesiana, menghadirkan orchestra Spanyol OCAS, dan lain-lain.

Ditanya tentang antusiasme masyarakat Kota Ambon menyambut Ambon sebagai Kota Musik Dunia, Pierre mengakui, mulai ada perubahan pola pikir untuk melihat bahwa musik akan menjadi subsektor unggulan untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi mulai nampak di masyarakat Kota Ambon.

Hal ini nampak dengan dukungan secara moral dan kesadaran untuk terlibat dalam event-event musik dari berbagai komunitas musik yang ada di Kota Ambon.

"Keberadaan infrastruktur musik di Kampus Unpatti dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon, menambah keyakinan masyarakat bahwa pemerintah Kota Ambon memiliki komitmen yang kuat untuk menjadikan Ambon Kota Musik Dunia. Promosi Ambon Kota Musik Dunia secara kontinyu dilakukan oleh Pemerintah Kota Ambon ke dalam dan luar negeri sehingga masyarakat di luar Kota Ambon pun mendukung Ambon Menuju Kota Musik Dunia," pungkasnya.(*)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!