Sekilas Info

Tari Lenso; Identitas Maluku yang Disukai Bung Karno

Hobi Bung Karno semakin melambungkan Tari Lenso. Warga Indonesia maupun internasional umumnya minimal pernah mendengar dan menyaksikan Tari Lenso.

satumaluku.id- Tari Lenso, tarian khas daerah Maluku itu sudah mendunia. Popularitasnya terdongkrak di masa Presiden Soekarno. Bahkan sang proklamator itu memamerkan tarian tersebut saat melakukan kunjungan kenegaraan ke Roma, Italia.

Untuk mendukung kecintaannya pada Tari Lenso, Bung Karno mewajibkan ajudan hingga pasukan pengawal pribadi presiden bisa memainkan musik. Agar ketika Bung Karno spontan ingin menari lenso, saat itu juga bisa dilakukan karena para pemain musik sudah siap.

Tetapi, Tari Lenso versi Bung Karno sudah mengalami modifikasi sendiri menurut keinginannya. Tarian tersebut tidak diiringi dengan alat musik khas Maluku yakni tifa dan totobuang. Alunan musik Tari Lenso Bung Karno adalah waltz dan cha cha dengan tetap menggunakan label Tari Lenso.

Hobi Bung Karno semakin melambungkan Tari Lenso. Warga Indonesia maupun internasional umumnya minimal pernah mendengar dan menyaksikan Tari Lenso.

Tak hanya Bung Karno. Di era reformasi saat ini, Tari Lenso tetap populer dan identik dengan Maluku, sekalipun ada tarian yang mirip di NTT maupun Sulawesi Utara.

Paling anyar, adalah pembacaan puisi Wapres Jusuf Kalla (JK), baik di depan peserta Musyawarah Besar Masyarakat Maluku (Mubes Mama) di Ambon dan di acara Mata Najwa, Metro TV, 26 November 2015 lalu.

Salah satu penggalan puisi JK berjudul Ambonku, Ambon Kita Semua, menyebut ajakan agar orang Maluku menari lenso.

Tabuh kembali tifa
dan petikkan kembali gitar itu
Nyanyikan kembali Ole Sio
sambil menari lenso

JK tidak salah. Tari Lenso memang identik dengan Maluku. Tarian tradisional ini melekat dan hidup dalam budaya masyarakat Maluku secara turun temurun. (*)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!