Sekilas Info

Assagaff Perintah Kadis Kehutanan Investigasi HPH di Pulau Seram

satumaluku.id- Meski sempat terjadi kericuhan antara pendemo dengan pihak kepolisian dalam mengatasi aksi unjuk rasa di depan pagar Kantor Gubernur Maluku, Rabu (7/11), namun Gubernur Maluku Maluku Ir Said Assagaff akhirnya membuat keputusan tegas. Dia merespon keinginan masyarakat sekaligus perintahkan pembentukan tim investigasi kecil untuk melihat secara dekat aktifias perusahaan HPH (Hak Pengusahaan Hutan) di Pulau Seram.

Bukan hanya itu, Gubernur juga telah memerintah Kadis Kehutanan mengirimkan hasil audensi ke Kementerian Kehutanan jakarta.

Sebelumnya aksi demo yang mengatasnamakan Tabaos Masyarakat meminta pertanggungjawaban Gubernur atas rekomendasi yang dikeluarkan kepada sejumlah perusahaan yang sekarang beroperasi di hutan Pulau Seram. Mereka menilai rekomendasi itu semacam restu atas aktifitas perusahaan yang kian merusak hutan.

Untuk itu dalam audiensi Gubernur menjelaskan, kalau rekomendasi itu bukan ijin. "Pemerintah tidak akan kasih ijin kalau rakyat susah. Saya tidak mungkin terlantarkan rakyat, meskipun di akhir masa pemerintahan saya, Kami tetap melihat kondisi masyarakat yang mengalami berbagai persoalan".

Di hadapan 10 perwakilan Assagaff kembali menyatakan kalau dirinya tidak pernah mengeluarkan rekomendasi untuk aktifitas perusahaan yang ada di Seram, bahkan hal ini baru diketahuinya setelah ada penjelasan warga, bahwa ada sejumlah perusahaan yang beroperasi tidak sesuai ijin.

Menyikapi persoalan tersebut, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Maluku, Sadli Lie diperintahkan untuk segera membentuk tim untuk turun ke Seram.

“Segera bentuk tim dan kalian sama-sama dengan Dinas Kehutanan turun ke Seram. Pastikan soal aktifitas dan tempat-tempat keramat yang dirusak di wilayah adat,” perintah Said kepada Kadis Kehutanan dan perwakilan warga.

Tim tersebut nantinya akan bertugas menghimpun berbagai data lapangan soal aktifitas perusahaan yang meresahkan warga adat. Apalagi dari laporan warga, perusahaan telah mencaplok wilayah hutan keramat yang selama ini dijaga oleh masyarakat adat di sana.

Bukan hanya itu Assagaff juga meminta untuk mendata nama dan jumlah perusahaan yang beroperasi di sana. Sebab Menteri tidak akan memberi ijin jika pengelolaan hutan produksi itu ditolak warga.

“Ibu menteri pasti tidak akan kasih ijin kalau dia tahu warga tidak setuju,” jelasnya.

Dalam penjelasan Natupane Nahatua selaku pemuda asal Suku Naulu Seram memberikan sejumlah fakta di lapangan. Dia menyebut masyarakat masih memegang teguh adat dan amat bergantung dengan hutan. Sayangnya area hutan keramat malah ditebang.

“Kami sebut Kampung Baru itu hutan karamat yang sekarang ditebang. Di situ masyarakat mencari binatang untuk acara adat, ada juga tanaman obat serta tempat cari bulu burung untuk dipakai di kepala,” jelas dia.

Menurutnya, kalau selama ini warga banyak beraktifitas di hutan. termasuk mencari bulu dari jenis burung tertentu untuk dikenakan di kepala. Sebelum memakai bulu burung, mereka menggunakan rambut manusia yang telah dipotong kepalanya.

“Apakah kami harus kembali ke masa lalu dan pakai rambut manusia. Kami mohon ini diperhatikan pak Gubernur sebab hutan kami sudah dibabat habis,” kesalnya.

Selain itu pernyataan yang sama juga disampaikan Kepala Suku Naulu, Sahune Matoke bahwa dirinya sangat hawatir dengan keresahan warga Suku Naulu dengan kondisi hutan yang dibabat habis. Seraya meminta kepada gubernur agar tidak menutup mata dengan warga adat.

“Beta minta pak gubernur untuk memperhatikan katong disana, akar budaya dan adat di Maluku. Katong ini satu suku di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” terangnya.

Untuk itu mereka berharap pemerintah melalui kebijakan Gubernur tidak mengaibaikan warga suku yang ada sejak dulu Pulau Seram Maluku terhadap status tanah adat. Sebab selama ini wilayah mereka hanya diakui sebagai negeri administratif.

“Kita minta Suku Naulu punya pemerintahan adat yang definitif, sebab kita ada sejak dulu dan bukan orang pendatang,” terangnya­. (SM-10)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!