Sekilas Info

Kapolda Ancam Pecat Polisi yang Terima Suap di Gunung Botak

satumaluku.id- Kapolda Maluku, Irjen Pol Royke Lumowa mengancam akan memecat anak buahnya yang sengaja maupun tidak sengaja menerima suap dengan jaminan melegalkan masuknya penambang emas illegal dalam lokasi di Gunung Botak (GB) Pulau Buru.

Ancaman Kapolda ini menyusul adanya keraguan publik akan langkah Polda Maluku untuk menertibkan aktivitas masyarakat di GB tersebut. Pasalnya, beberapa Kapolda yang bertugas di Maluku sebelumnya tidak mampu mengendalikan aktivitas masyarakat maupun penambang liar di GB.

Sebelumnya, salah satu anggota DPRD Provinsi Maluku dari Fraksi PKS, Sudarmo menengarai masuknya ribuan penambang emas ilegal di GB, meski sudah ditutup berulang kali oleh pemerintah, karena adanya permainan mafia di wilayah itu. Pernyataan keras Sudarmo yang disampaikan pada Sabtu (22/9) lalu itu bukan tanpa alasan. Sama halnya ketika publik juga meragukan langkah Pemprov yang kali ini menggandeng Polda Maluku dibawah kepemimpinan Irjen Royke Lumowa.

Namun semua keraguan itu ditepis Kapolda Maluku dengan mengeluarkan pernyataan kerasnya sebagai sikap tegas terhadap apa yang dilakukan saat ini. Bahwa penertiban GB adalah bukti keseriusan Polri dalam menegakkan aturan hukum.

“Jadi Gunung Botak harus disterilkan dari segala bentuk praktek-praktek ilegal oleh siapa pun,” tegasnya.
Bahkan termasuk anggota-anggota Polri yang sengaja maupun tidak sengaja turut terlibat menerima suap, maka akan dipecat secara tidak terhormat.
“Harus dipecat dan ini adalah sikap tegas kami,” tandasnya.

Seperti diketahui, penambangan liar di GB sudah ditertibkan beberapa kali bahkan aparat keamanan TNI Polri dan pemerintah daerah sudah menurunkan ribuan penambang dari GB namun diam-diam mereka kembali lagi. Karena itu, ketegasan dan keseriusan Irjen Lumowa untuk menertibkan GB yang sudah berdampak kerusakan lingkungan dapat terus ditindaklanjuti. (*)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!