Sekilas Info

Ambon Deklarasi Komitmen Menuju Kota Layak Anak

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise saat menghadiri deklarasi komitmen Kota Layak Anak di Ambon Sabtu (3/11)

satumaluku.id- Kota Ambon bersama seluruh kota di Maluku, hingga saat ini belum memnuhi kriteria Kota Layak Anak. Terpicu atas situasi tersebut, Walikota Ambon Richard Louhenapessy, Sabtu (3/11) mendeklarasikan komitmen bersama menuju Kota Layak Anak (KLA) disaksikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise.

Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy menyatakan, atas nama pemerintah dan masyarakat kota akan bekerja keras dan bersinergi dengan semua pihak untuk menjadikan Ambon sebagai kota layak anak. Yakni kota yang menjamin setiap anak terpenuhi hak-hak untuk hidup, tumbuh dan berkembang, mendapatkan perlindungan dan berpartisipasi dalam proses pembangunan dan dinamika yang tumbuh di Ambon.

Jadi yang pertama, walikota akan segera konsolidasi dengan seluruh kepala sekolah di Ambon untuk memberikan pencerahan kepada mereka bagaimana tekad untuk menjadikan Kota Ambon sebagai KLA. Kedua, dia juga akan sosialisasi dengan mengumpulkan seluruh Kepala RT,RW dan Lurah untuk memberikan informasi yang sama.

“Jangan sampai KLA hanya dikenal di kalangan elit, tapi di jajaran pemerintah tingkat bawah tidak paham untuk mempercepat 24 indikator KLA, jadi perlu sinergi," ungkap Walikota Richard Louhenapesy.

Deklarasi tersebut dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama seluruh stakeholder yakni Ketua DPRD Kota Ambon, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, masyarakat, tokoh adat, dan pelaku usaha.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise mengatakan tujuan utama dari KLA adalah demi kepentingan terbaik bagi anak dan terwujudnya Indonesia Layak Anak (IDOLA) di tahun 2030. Tahun 2018, penghargaan KLA telah diberikan bagi 177 kabupaten/kota. Namun, hingga saat ini belum ada satu daerah pun yang dapat disebut Kabupaten/Kota Layak Anak, karena belum ada yang memenuhi 24 indikator KLA.

“Untuk itu, diberbagai kesempatan selalu saya tekankan pada pimpinan daerah untuk mengejarnya. Termasuk Kota Ambon yang hari ini dengan bangga telah melaunching KLA,” ujar Menteri Yohana Yembise di Ambon.

24 indikator yang terbagi dalam 5 (lima) klaster hak anak harus dipenuhi setiap daerah agar Kabupaten/Kota disebut Layak Anak. Pertama, hak sipil dan kebebasan. Kedua, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif. Ketiga, kesehatan dasar dan kesejahteraan. Keempat, pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya, dan kelima adalah perlindungan khusus. Menurut Menteri Yohana memang tidak mudah untuk mewujudkan, namun bukan berarti tidak bisa.

Dia berharap komitmen yang kuat dari semua pimpinan dan perangkat daerah, termasuk lembaga masyarakat, perguruan tinggi, dunia usaha dan media, agar tahun 2019 Kota Ambon dapat memperoleh penghargaan KLA. KLA akan berhasil jika semua pemangku kepentingan mendukung dan bersinergi bersama seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali.

“Tidak hanya pencapaian yang dikejar, namun juga hakikat penting KLA untuk memberikan tempat tinggal dimana anak bisa tumbuh dan berkembang secara wajar tanpa kekerasan,” jelas Menteri Yohana. (*)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!