Sekilas Info

2 Madrasah Swasta di Maluku Berubah Status Menjadi Negeri

Menag serahkan KMA Penegerian Madrasah kepada 14 Kanwil Kemenag Provinsi. (foto: Sandi)

Satumaluku.id- Dua madrasah di Maluku dan dua lainnya di Maluku Utara telah beralih status menjadi negeri bersama 44 madrasah lainnya di daerah lain di Indonesia.

Kedua madrasah di Maluku dimaksud adalah Madrasah Aliyah Namalean Sikaru di Seram Bagian Timur yang kini menjadi MAN 3 SBT. Satunya lagi Madrasah Tsanawiyah Al-Ishlah Ruta yang kini menjadi MTsN 7 Maluku Tengah.

Sedangkan madrasah di Maluku Utara yang telah beralih status adalah Madrasah Aliyah Mareku, Kota Tidore Kepulauan menjai MAN 2 Kota Tidore dan Madrasan Tsanawiyah Wai Ina Kepulauan Sula menjadi MTsN 2 Kepulauan Sula.

Penegerian ini ditandai dengan terbitnya Keputusan Menteri Agama (KMA) nomor 535 tahun 2018 tentang Penegerian 48 (Empat Puluh Delapan) Madrasah.

Siaran Pers Kementerian Agama menyebut ke-48 madrasah ini terdiri dari 16 Madrasah Aliyah (MA), 26 Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan 6 Madrasah Ibtidaiyah (MI). Madrasah yang dinegerikan ini tersebar di 14 provinsi, yaitu: Riau (10), Bali (1), Banten (4), Jawa Timur (3), Kalimantan Barat (3), Kepulanan Riau (1), Maluku (2), Maluku Utara (2), Nusa Tenggara Timur (7), Papua (3), Sulawesi Selatan (3), Sulawesi Tengah (5), Sulawesi Utara (2), dan Sulawesi Selatan (2). Jumlah itu terdiri dari 16 Madrasah Aliyah (MA), 26 Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan 6 Madrasah Ibtidaiyah (MI).

KMA Penegerian tersebut diserahkan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin kepada para Kepala Kanwil Kemenag Provinsi atau yang mewakili di MAN 3 Pekanbaru, Riau, Senin (29/10).

"Peresmian penegerian 48 madrasah ini upaya untuk menghadirkan pemerintah di tengah-tengah masyarakat, khususnya dalam bidang keagamaan. Jadi mudah-mudahan madrasah-madrasah negeri bisa jadi role model di masyarakat, lingkungan, dan khususnya kepada madrasah swasta dengan cara mengembangkan diri," kata Menag.

Menag menjelaskan, saat ini terdapat 3.939 madrasah di Indonesia, baik MI, MTs, dan MA. Menurutnya, jumlah ini masih terbilang sedikit. Untuk itu, pemerintah berkomitmen untuk memberikan perhatian kepada masyarakat di bidang pendidikan dan keagamaan dengan mendirikan lebih banyak madrasah di setiap daerah.

Tampak turut hadir, Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher, Sekretaris Daerah Provinsi Riau Ahmad Hijazi, Walikota Pekanbaru Firdaus dan para Kanwil Kemenag penerima KMA. (*)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!