Sekilas Info

Gladi Bersih Pembukaan Pesparani Nasional Berjalan Lancar

SatuMaluku.id– Masyarakat Maluku di Kota Ambon antusias menyambut perhelatan Pesta Paduan Suara Rohaani (Pesparani) tingkat nasional I yang akan digelar di Ambon, Sabtu 27 Oktober 2018. Pada acara gladi bersih, Kamis (25/10), ribuan masyarakat datang ke Lapangan Merdeka untuk menyaksikannya.

Gubernur Maluku Said Assagaff , Ketua Umum Panitia Pesparani Nasional I, Dr Zeth Sahuburua yang adalah Wakil Gubernur Maluku, Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN) Adrianus Meliala, serta jajaran Pemda Maluku juga menyaksikan persiapan akhir ini.

Dalam gladi bersih ini, tergambar betapa apiknya acara yang disusun panitia. Mata acara yang disuguhkan bervariasi, antara lain drama kolosal, tarian kolosal, penampilan paduan suara dan penyanyi solo yang didatangkan langsung dari Italia, yakni Fabriana Rosii.

Mulai dari lagu pembuka berjudul “Rumah Kita” iringan orkestra musik bambu dengan konduktor Rentje Alfons, defile kontingan peserta Pesparani Nasional I hingga lagu Haleluya milik John Mandel, yang dibawakan paduan suara massal. Disamping itu juga ada suguhan tari balet dari salah satu sanggar tari terkenal dari Surabaya. Semuanya terlihat berjalan mulus dan apik dalam suatu rangkaian yang menarik.

Roberth Sopacua salah satu warga kota Ambon yang ikut menyaksikan gladi bersih tersebut menyatakan optimismenya, acara pembukaan Pesparani tingkat nasional I di Ambon itu akan sukses.
“Dalam gladi bersih ini sudah terlihat bahwa acara pembukaan ini akan berlangsung dengan meriah. Ini sukses besar bagi Ambon dan Maluku umumnya,” paparnya.

Sementara Zeth Sahuburua menyampaikan apresiasi sangat tinggi kepada semua pihak yang terlibat. Ia meminta para penari, penyanyi dan pengisi panggung untuk memberikan yang terbaik.
Pelaksanaan Pesparani berbeda formatnya dengan MTQ ataupun Pesparani yang sepenuhnya digerakkan oleh Ditjen Bimas Islam dan Ditjen Bimas Kristen. Pesparani diselenggarakan oleh LP3KN bekerjasama dengan panitia lokal di Maluku.

LP3KN adalah lembaga yang direstui oleh Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan difasilitasi oleh Pemerintah. Dalam struktur LP3KN, terdapat kehadiran beberapa pastor yg menjadi pejabat KWI, pejabat dari jajaran Ditjen Bimas Katolik Kementerian Agama dan sejumlah awam yang diangkat oleh KWI. Sebagai ketua LP3KN adalah Adrianus Meliala.

Menurut Adrianus, peserta beserta pelatih yang akan datang akan mencapai sekitar 8.000 orang. Mereka sebagian besar adalah tokoh-tokoh umat yang berkarya di daerah masing-masing. Selain undangan para pejabat, juga akan hadir 37 uskup yang datang dari seluruh Indonesia. Para uskup ini adalah pemimpin umat Katolik di wilayahnya masing-masing. (mg-01)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!